26 January 2020, 20:00 WIB

Kadinsos Jabar Terpilih Jadi Ketua KAGAMA Jabar


Ghani Nurcahyadi | Nusantara

KEPALA Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Daerah Keluarga Alumni Univesitas Gadjah Mada (KAGAMA) Jawa Barat dalam Musyawarah Daerah KAGAMA Jabat di Gedung Mojopia Barat, Corporate Telkom University, Bandung, Minggu (26/1).

Alumnus Fakultas Kedokteran UGM angkatan 1982 itu akan mengedepankan program yang membuat KAGAMA menjadi semakin guyub, gayeng, dan migunani serta menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia pada umumnya.

“KAGAMA Jabar ke depan diharapkan lebih solid dan bermanfaat, dan menjadi salah satu kekuatan untuk membangun indonesia,” ujar pria yang juga pernah memjabat jadi Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar itu.

Musda KAGAMA Jabat diikuti oleh 200 orang yang terdiri dari 2 Pengcab (Pengcab Cirebon dan Kota Depok) dan 2 komunitas (Komunitas Bandung Raya dan Bogor Raya), serta anggota Pengda KAGAMA Jabar.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga dibentuk tim formatur yang juga diketuai oleh ketua baru. Mereka yaitu Yoeswar Darisan (FK angkatan 1975), Heru Subagja (FISIPOL 1996), (Abdul Muhaimin FEB 1995), Mus Danang FIB 1988) dan Ahmad Buchori (FISIPOL 1990).

Baca juga : KAGAMA Inkubasi Bisnis Seri VIi Bahas soal Brand dalam Bisnis

Wakil Ketua Umum PP KAGAMA Anwar Sanusi menegaskan, pihaknya akan terus mendorong peran Pengda, Pengcab maupun KAGAMA Komunitas. Hal itu merupakan ikhtiar untuk melakukan penyegaran kepengurusan yang masa baktinya telah habis.

“Tujuannya selain untuk melakukan kaderisasi, tetapi juga mendorong agar muncul wajah-wajah baru untuk terlibat, menyegarkan, menggairahkan, memajukan agar KAGAMA ini jadi rumah yang nyaman untuk kita semua alumni Universitas Gadjah Mada,” ujar Anwar.

Anwar yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu menilai, Musda juga menjadi  penting agar Pengurus daerah, cabang, komunitas terus bertumbuh, serta kegiatan-kegiatannya terus meningkat dan beragam.

“Saya percaya, Pengda KAGAMA memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih untuk menggairahkan KAGAMA, tapi juga membuat inisiatif-inisiatif yang berdampak, tidak saja bagi saudara-saudara kita Alumni, Anggota KAGAMA, tapi juga saudara-saudara kita di luar sana yang membutuhkan,” jelas alumnus FISIPOL UGM itu. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT