27 January 2020, 01:30 WIB

Rekaman Trump Singkirkan Dubes Ukraina


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut pemecatan Marie Yovanovitch, duta besar untuk Ukraina dan seorang tokoh kunci dalam persidangan pemakzulan (impeachment) presiden. Rekaman video tersebut dirilis ke media AS pada Sabtu (25/1).

Rekaman selama 1 jam dari April 2018 itu mengungkap pertemuan antara Trump dan sekelompok donor yang mencakup dua rekan pengacara pribadinya, Rudy Giuliani, yang dalam beberapa minggu terakhir telah muncul sebagai tokoh sentral penyelidikan impeachment, yakni Igor Fruman dan Lev Parnas.

Parnas dan mitra bisnisnya, Igor Fruman, ialah pemain kunci dalam upaya Trump menekan pemerintah Ukraina untuk memeriksa Joe Biden.

Perintah Trump untuk memecat duta besar datang setelah Parnas mengatakan kepadanya bahwa Yovanovich ialah penghalang dan mengklaim bahwa dia secara pribadi telah meremehkan presiden.

"Singkirkan dia!" Trump mengatakan pada rekaman itu, dilaporkan berbicara dengan ajudan Gedung Putih di meja makan.

"Keluarkan dia besok. Aku tidak peduli. Keluarkan dia besok. Bawa dia keluar. Oke? Lakukan."

Dalam wawancara TV dengan MSNBC News pekan lalu, Parnas mengatakan bahwa Trump tahu persis apa yang sedang terjadi dengan upayanya dan Fruman untuk menekan otoritas Ukraina menyelidiki Biden, saingan utamanya dalam pilpres lalu.

Rekaman itu meningkatkan tekanan para senator AS memanggil saksi untuk sidang impeachment.

Tidak bersalah

Pengacara Gedung Putih memulai pembelaan Trump dalam sidang impeachment pada Sabtu (25/1).

Dalam pembelaannya, mereka menyatakan Trump tidak melakukan kesalahan dalam kesepakatannya dengan Ukraina dan pemilihan umum.

Penasihat Gedung Putih, Pat Cipollone, mengatakan pemakzulan ini akan menjadi penyalahgunaan kekuasaan yang sama sekali tidak bertanggung jawab jika Senat memberikan suara dan mengikuti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS untuk memecat Trump dari Gedung Putih.

"Mereka meminta Anda melakukan sesuatu yang tidak pernah Senat lakukan," kata Cipollone.

"Kami percaya ketika Anda (Senator) mendengar fakta, Anda akan menemukan bahwa Presiden tidak melakukan kesalahan apa pun," sambungnya.

Cipollone menduga Demokrat tengah melakukan campur tangan dalam pemilihan umum AS yang akan berlangsung November.

Dengan mengatakan bahwa pada Pemilihan Presiden 2016, Demokrat telah mencoba untuk mencegah Trump dalam kemenangannya dan saat ini tim hukum Trump menduga Demokrat mencoba mencegah Trump dalam pencalonan November mendatang.

"Mereka campur tangan paling masif pada pemilihan dalam sejarah Amerika dan kami tidak bisa membiarkan itu terjadi," ujarnya.

Senator John Barraso mengaku telah mendengarkan apa yang telah disampaikan.

"Hari ini kami mendengar kasus yang kuat, yang jelas, dan tim hukum benar-benar merusak kasus yang diajukan Demokrat," ungkap Barraso. (AFP/I-1)

BERITA TERKAIT