26 January 2020, 21:02 WIB

PKL Marak di Pasar Cisalak, Ratusan Kios Resmi Tutup


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

SEBANYAK 455 kios tempat usaha di Pasar Cisalak, Kota Depok tutup. Disebabkan menurunnya omzet, karena pedagang kaki lima (PKL) liar di pinggir jalan pasar tersebut dibiarkan.

Kepala Pasar Cisalak, Sutisna, mengatakan jumlah kios yang tutup mencapai 33,95 persen dari jumlah total kios sebanyak 1340 unit.

Sejak Pasar Cisalak diresmikan Walikota Depok Idris Abdul Shomad pada 27 April 2017, sebanyak 1340 kios tempat usaha yang ada di lantai basement maupun lantai 1, 2, 3 terisi oleh pedagang.

"Namun,  kini tinggal 885 kios yang aktif digunakan untuk berjualan, " ujar Sutisna kepada Media Indonesia di Gedung Pasar Cisalak, Jalan Raya Bogor, Kota Depok, Sabtu (25/1).

Menurutnya, ada dua faktor yang membuat Pasar Cisalak sepi dari konsumen (pembeli). Pertama, lahan kosong dibagian sebelah selatan dan sebelah utara gedung, ada pasar kecil tradisional yang jumlah  pedagangnya mencapai 300 orang.

Kedua, pinggir jalan Raya Bogor, ada  sekitar 200  PKL. Pada dua lokasi ini  masing-masing pedagang berjualan barang-barang  yang  jenisnya sama dengan di Pasar Cisalak.

Dampak negatifnya, 455 pedagang Pasar Cisalak dengan berbagai ciri khas penjualannya merasa terancam dengan keberadaan pedagang kecil tradisional dan pedagang KL.

"Jadi tidak heran, pedagang memilih angkat kaki dari Pasar Cisalak dan pergi mencari lokasi baru yang bisa dijadikan tempat baru untuk mengais rezeki," katanya.

Kelebihan pedagang kecil tradisional dan PKL menurut Sutisna, karena dekat dengan jalan raya, sehingga konsumen lebih memilih pasar kecil tradisional dan lapak PKL sebagai tempat untuk berbelanja dibandingkan dengan toko-toko, dan kios sayuran di Pasar Cisalak.

"Hal ini yang menimbulkan dampak negatif terhadap pedagang Pasar Cisalak baik dari segi permintaan maupun pendapatan, " ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan  Perindustrian Kota Depok Zamrowi, mengatakan permasalahan yang dihadapi pedagang Pasar Cisalak akan dibawa kedalam forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Depok untuk dibahas bersama-sama.

"Dalam forum tersebut, kita akan minta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok menertibkan PKL. Solusinya itu," kata Zamrowi. (OL-13)

BERITA TERKAIT