26 January 2020, 20:36 WIB

Runway 3 Beroperasi, Tingkatkan Pelayanan Penerbangan Soetta


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengapresiasi peningkatan pelayanan penerbangan dengan adanya landasan pacu atau Runway 3 di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Beroperasinya runway 3 juga diharapkan meningkatkan keselamatan di Bandara internasional tersebut.

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Dirjen perhubungan udara, Dirut Angkasa Pura 2 dan juga Dirut Airnav yang sudah menyelesaikan objek vital Runway 3. Kita tau Bandara Soekarno Hatta menjadi suatu showcase dari Indonesia, sehingga kita ingin safety semakin baik dan pelayanan semakin baik," ungkapnya di Airport Operation Center Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, Minggu (26/1).

Lebih lanjut, Budi menyatakan, dengan adanya Runway 3 para penumpang mampu menghemat waktu penerbangan mereka karena tidak akan terjadi holding saat akan lepas landas (take off). Dikatakan bahwa penumpang dapat menghemat waktu sekitar 13,3% sampai 30% dari waktu menunggu para penumpang sebelum lepas landas.

Tambahan runway 3 membuat landasan untuk lepas landas dan mendarat berada di jalur berbeda. Dengan demikian, antrean diharapkan dapat berkurang, serta meningkatkan improvement runway capacity (IRC) di Bandara Soekarno Hatta yang saat ini mencapai 86 penerbangan per jam.

"Dulu kita pakai Runway 2 dan jalur landasan pacu itu digabung antara lepas landas dan mendarat. Saya bahkan melihat tadi sudah nggak ada holding karena maksimal antrean hanya sampai 3 pesawat saja. Ini tentunya membuat keselamatan menjadi lebih jelas," lanjut Budi.

Baca juga: Bandara Soekarno Hatta Beri Kesempatan Daerah Promosi Wisata

Lebih lanjut, Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto Raharjo menambahkan bahwa Runway 3 sendiri sudah dilaksanakan sejak Natal dan Tahun Baru akhir tahun lalu. Menurutnya, sejak diberlakukannya Runway 3 telah terjadi peningkatan yang signifikan.

Mulai dari pengurangan antrean pesawat yang sebelumnya mencapai lebih dari 6 atau lebih saat ini hanya menjadi 3 antrean saja. Selain itu, IRC yang berlaku pun sudah melonjak jauh dari sebelumnya 64 penerbangan perjam menjadi 86 penerbangan per jam.

"Sudah banyak yang bisa kami reduce, tapi kami ini mengandalkan safety first, di mana jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrem kami tidak akan memaksakannya. Jadi holding cuma terjadi kalau ada cuaca ekstrem saja," tambah Novie.

Sementara itu, Dirut Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menambahkan dengan ditutupnya Bandara Halim Perdana Kusuma sejak 1 Januari 2020 lalu, Bandara Soekarno Hatta akan mengalami pergerakan penerbangan yang mencapai 1.200 per harinya. Peningkatan tersebut didukung dengan telah beroperasinya Runway 3 yang mempercepat pergerakan penerbangan. Ke depan, kata Awaludin, pihaknya akan terus meningkatkan operasional runway 3 untuk memenuhi kepuasan para penumpang.

Lebih jauh, pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman mengapresiasi adanya Runway 3 ini. Menurutnya, peningkatan keamanan menjadi poin penting dalam keberlangsungan Runway 3 ini.

"Dengan adanya Runway 3 otomatis jadi lebih aman dari sebelumnya, karena sebelumnya masing-masing Runway digunakan untuk take off dan landing. Bayangkan ada yang take off dan juga landing secara bersamaan. Yang darat mungkin bisa nunggu, tapi udara nggak bisa, makanya keamanan jadi hal yang sulit. Maka dari itu dengan adanya ini bisa saving time 40 sampai 47 detik per pesawat," pungkas Gerry.

Meskipun demikian, Gerry meminta hal ini bukan berarti pekerjaan yang harus dilakukan oleh Bandara Soekarno Hatta sudah selesai. Menurutnya masih banyak hal yang perlu dilakukan karena kebutuhan di Jakarta diperkirakan akan melebihi angka 600 ribu pergerakan penerbangan dalam setahun. (A-2)

BERITA TERKAIT