26 January 2020, 19:37 WIB

Transaksi Agen BRILink Capai Rp673 Triliun Dalam Setahun


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Sepanjang 2019, layanan branchless banking milik Bank BRI atau agen BRILink mampu mencatatkan jumlah volume transaksi Rp673 triliun. Selain itu, setiap hari terdapat 56 orang di seluruh Indonesia yang mendaftarkan diri menjadi Agen BRILink.

"Pada akhir Desember 2019 tercatat 422.160 orang telah menjadi agen BRILink di seluruh Indonesia, tumbuh dari posisi akhir Desember 2018 sebanyak 401.550. Artinya, per hari sebanyak 56 orang bergabung menjadi agen BRILink," ungkap Corporate Secretary BRI, Hari Purnomo dilansir dari keterangan resmi, Minggu (26/1).

Lebih lanjut, dari kalkulasi sepanjang Januari hingga Desember 2019, agen BRILink berhasil memproses 521 juta transaksi finansial. Apabila dibagi dengan jumlah hari kalender sebanyak 365 hari, terdapat lebih dari 1,4 juta transaksi finansial per hari atau 59 ribu transaksi per jam.

"Pertumbuhan kinerja agen BRILink yang kuat membuat fee based income yang dihasilkan tumbuh 75,7% year on year. Dari Rp448,82 miliar di akhir 2018 menjadi Rp788,71 miliar di akhir 2019," lanjut Hari.

Peran agen BRILink di tengah masyarakat nyatanya tidak hanya menyediakan layanan transaksi perbankan. Agen BRILink juga memfasilitasi masyarakat yang ingin mendapatkan akses asuransi mikro milik BRI yang disebut AM-KKM (Asuransi Mikro – Kecelakaan, Kesehatan dan Meninggal Dunia).

Selain itu, agen BRILink berperan dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah, berlaku sebagai agen penyalur Bantuan Sosial NonTunai dan sarana pembayaran zakat untuk mendukung program Inklusi Zakat.

"Keberadaan agen BRILink nyata terasa manfaatnya terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Saat ini keberadaannya sudah merambah di 51.661 desa di seluruh penjuru negeri," pungkas Hari.

Agen BRILink juga menjadi transaksi yang digemari oleh masyarakat. Tercatat transaksi finansial yang sering dilakukan masyarakat di antaranya transfer 39%, setoran tunai 25%, tarik tunai 8% dan pembayaran PLN sebanyak 8%. (E-3)

BERITA TERKAIT