26 January 2020, 18:37 WIB

Wapres Minta Waspadai Dampak Negatif Era Industri 4.0


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden RI, Ma’ruf Amin, mengingatkan dampak negatif dari era industri 4.0 yang tengah dihadapi masyarakat. Dia menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu diungkapkan Ma’ruf saat memberikan sambutan dalam Wisuda S1 Angkatan XXIII STIA Sihalahuddin Al Ayyubi Jakarta di Gedung Serbaguna Asrama Pondok Haji, Jakarta.

"Misalnya, muncul keserakahan yang dihasilkan dari materialisme dan hedonisme yang tidak disertai dengan moralitas. Itu menghasilkan sikap dan tindakan yang tidak terpuji, seperti korupsi, manipulasi, penyalahgunaan wewenang, pemerasan, kekerasan pornografi dan pergaulan bebas," kata Ma'ruf, Minggu (26/1).

Selain itu, Wapres menambahkan pentingnya meningkatkan komitmen kebangsaan dan kenegaraan bagi masyarakat sejak usia dini. “Hal ini juga menjadi kewajiban bagi lembaga pendidikan untuk diberikan kepada peserta didik,” lanjutnya.

Baca juga: Jangan Sampai Industri 4.0 Gerus Identitas Bangsa

Dia juga menilai era perubahan 4.0 juga bisa membawa nilai positif bagi pembangunan manusia. “Nilai kerja keras, disiplin, rasional, kreativitas, dan orientasi keilmuan," pungkas Ma'ruf.

Pada kesempatan itu, Wapres meminta lembaga pendidikan lebih jeli melihat kebutuhan dunia industri. Hal ini untuk mengantisipasi tingginya angka pengangguan. "Saat ini banyak sarjana yang belum terserap jadi tenaga kerja andal. Hal ini akibat tidak jelinya lembaga pendidikan menangkap kebutuhan pasar tenaga kerja," ungkapnya.

Wapres menyayangkan hal tersebut di tengah pertumbuhan dunia industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja andal. Oleh karena itu, Ma'ruf meminta para pendidik memperhatikan kompetensi anak didik. Para pendidik harus bisa membuat muridnya menguasai keahlian tertentu.

Pemerintah, lanjut dia, sedang fokus membangun sumber daya manusia, yang menjadi salah satu fokus menyambut Indonesia Maju. Aspek lainnya ialah SDM unggul, melanjutkan infrastruktur, menyederhanakan regulasi, reformasi birokrasi dan tranformasi ekonomi.

"Penguasaan kompetensi spesifik bagi peserta didik harus jadi bagian penting, yang harus dikedepankan oleh pendidik dan lembaga pendidikan," tutupnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT