26 January 2020, 14:13 WIB

Coco Gauff Menangis Usai Kalah di Perang Saudara


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

PETENIS putri AS Coco Gauff tak kuat menahan air mata usai dikalahkan dalam perang saudara melawan petenis AS lainnya, Sofia Kenin, Minggu (26/1).

Petenis berusia 15 tahun itu tersingkir dalam tiga set melawan Kenin dengan skor 6-7 (5/7), 6-3, 6-0.

"Saya tahu dia bermain bagus, saya hanya mencoba memainkan permainan saya dan berjuang untuk setiap poin dan tidak fokus pada hal lain," kata Kenin.

Gauff yang merupakan petenis termuda dalam Australia Terbuka harus meninggalkan lapangan dengan menangis. Tapi dia telah menjadi salah satu kisah sejarah hebat Australia Terbuka karena berhasil mengalahkan Venus Williams di babak pertama dan menundukkan juara bertahan Naomi Osaka di babak ketiga.

Gauff sejatinya ingin mengejar raihan juara Grand Slam termuda di era terbuka sepanjang sejarah. Pemegang rekor saat ini adalah Martina Hingis, yang menang di Australia Terbuka 1997 dengan usia 16 tahun dan 105 hari.

Tapi Gauff berada di bawah tekanan saat melawan Kenin, petenis yang berusia 21 tahun. Kenin langsung nyaman memegang kendali permainan untuk memimpin 2-0.

Setiap poin untuk Gauff disambut dengan sorak-sorai dan teriakan, sementara Kenin hanya disambut tepuk tangan.

Baca juga: Coco Gauff Kalahkan Juara Bertahan Naomi Osaka

Gauff yang berperingkat 67 dunia sempat bangkit untuk mendapatkan paritas 4-4 dan memaksakan tie-break setelah Kenin menyelamatkan set point.

Gauff kemudian meningkatkannya pada tie-break dan dibantu oleh dua kesalahan ganda Kenin untuk merebut set pertama dalam 58 menit.

Servis Gauff yang lebih muda dari Kenin terbukti sangat kuat, tetapi ia melakukan kesalahan ganda. Hal tersebut membuat Kenin break point kedua dan mampu bangkit.

Tekad yang terukir di wajahnya terlihat setelah memimpin 3-1. Kenin pun mengambil set kedua dalam 38 menit dan membawa momentum ke set penentuan, mematahkan semangat Gauff dan berlari menuju kemenangan.

Disebut-sebut sebagai penerus Serena Williams, Gauff muncul ketika mengalahkan Venus Williams di putaran pertama Wimbledon tahun lalu pada debut Grand Slam-nya.

Dia harus keluar di babak keempat karena dikalahkan juara Simona Halep. Gauff juga kalah dari Osaka yang saat itu menjadi nomor satu di babak ketiga di AS Terbuka, tetapi membalas dendam pada tahap yang sama di Melbourne. Hal ini membuktikan Gauff punya potensi besar untuk merangkak menjadi penguasa Wimbledon di kemudian hari.

Dia juga mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang mengalahkan juara Australia Terbuka yang berkuasa di era terbuka.

Di sisi lain, kemenangan ini membuat Kenin bakal berjumpa dengan unggulan ke-27 China Wang Qiang, yang mengalahkan Serena Williams di babak terakhir atau petenis asal Tunisia Ons Jabeur di perempat final di Melbourne.

"Saya hanya melakukan yang terbaik yang saya bisa. Saya hanya mencoba untuk mengambilnya seperti pertandingan lainnya," ucal Kenin.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT