26 January 2020, 09:49 WIB

Korban Tewas Gempa di Turki Jadi 29 Orang


Willy Haryono | Internasional

JUMLAH korban tewas musibah gempa di Provinsi Elazig, Turki, bertambah menjadi 29 orang dari laporan awal 14. Gempa berkekuatan magnitudo 6,8 itu juga melukai lebih dari 1.400 orang.

Guncangan berpusat di Sivrice, salah satu kota di Elazig yang berlokasi di Turki bagian timur.

Dikutip dari BBC, Minggu (26/1), sejauh ini petugas gabungan telah berhasil menyelamatkan 43 orang. Sementara lebih dari 20 lainnya dikhawatirkan masih terperangkap di balik reruntuhan bangunan.

Otoritas Manajemen Bencana Turki (AFAD) mencatat ada lebih dari 400 gempa susulan usai guncangan perdana. Kuatnya gempa bahkan terasa hingga ke Suriah, Lebanon, dan Iran.

Baca juga: Korban Meninggal Gempa Turki Jadi 20 Orang

Tim penyelamat bekerja sepanjang Sabtu (25/1) malam, menggunakan sekop dan bor untuk mencari korban selamat di balik puing bangunan. Petugas juga membawa tempat tidur dan tenda darurat kepada korban selamat yang kehilangan tempat tinggal.

AFAD menyebut, 25 orang telah dinyatakan meninggal di Elazig, sementara empat lainnya di Provinsi Malatya. Sementara jumlah korban luka sejauh ini mencapai 1.466 orang.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan 34 dari korban luka sedang dirawat di instalasi gawat darurat, namun tidak berada dalam kondisi kritis.

Media lokal melaporkan adanya seorang wanita lanjut usia yang diselamatkan dari balik reruntuhan, 19 jam usai guncangan pertama. Satu wanita lain berhasil diselamatkan usai memberitahukan lokasi dirinya yang terjebak di balik puing via telepon genggam.

Seorang bocah berusia 12 tahun juga berhasil diselamatkan dari balik rumah yang roboh. Namun, ia meninggal usai sempat dirawat di rumah sakit.

Gempa bumi merupakan sesuatu yang sering terjadi di Turki. Pada 1999, gempa kuat di kota Izmit telah menewaskan sekitar 17 ribu orang.

Sementara itu, Kedutaan Besar Indonesia di Ankara menyampaikan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Elazig berada dalam kondisi selamat.

Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal menuturkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat terkait gempa.

Menurut data KBRI Ankara, terdapat 3.300 WNI yang tersebar di seantero Turki. Sebagian besar WNI di Turki adalah pelajar dan terapis spa yang bekerja di industri pariwisata. (OL-1)

BERITA TERKAIT