26 January 2020, 10:45 WIB

Alokasi Pupuk Bersubsidi Kabupaten Klaten Berkurang


Djoko Sardjono | Nusantara

ALOKASI pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tahun ini, berkurang. Hanya jenis pupuk NPK Phonska yang  naik.

Pengurangan alokasi pupuk tersebut, berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah No 521.34/001/2020 tanggal 3 Januari 2020.

Sementara itu, ada enam jenis pupuk bersubsidi yang dialokasikan untuk sektor pertanian di Kabupaten Klaten, yaitu urea, SP-36, ZA, NPK Phonska dan organik.

Untuk 2020, Kabupaten Klaten mendapat alokasi pupuk urea sebanyak 21.413 ton, SP-36 1.135 ton, ZA 6.458 ton, NPK Phonska 13.954 ton, dan pupuk organik 2.945 ton.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, alokasi pupuk urea dipangkas 4.903 ton, SP-36 berkurang 765 ton, ZA turun 2.542 ton dan organik berkurang 4.038 ton. Hanya alokasi NPK Phonska yang naik dari 10.807 ton menjadi 13.954 ton.

Baca juga: Sukabumi Fokus Garap Pariwisata Pertanian

Adapun alokasi pupuk bersubsidi pada 2019 di Kabupaten Klaten untuk urea 26.316 ton dan terserap 100%, SP-36 1.900 ton (98%), ZA 9.000 ton (100%), NPK Phonska 10.807 ton (99%), dan pupuk organik 6.983 ton (79%).

Hal itu diungkapkan Kasi Sarpras Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Wahyu Wardana, saat ditemui Media Indonesia di ruang kerjanya, Jumat (24/1) lalu.

"Berkurangnya alokasi pupuk bersubsidi itu nanti akan dievaluasi pada pertengahan tahun. Jika dalam realisasinya alokasi itu tidak mencukupi kebutuhan petani, DPKPP Klaten akan mengajukan tambahan alokasi ke pemerintah provinsi," kata Wahyu.(OL-5)


 

BERITA TERKAIT