26 January 2020, 07:27 WIB

Malaysia Konfirmasi Tiga Kasus Virus Korona


Willy Haryono | Internasional

MENTERI Kesehatan Malaysia Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad mengonfirmasi kemunculan tiga pasien virus korona tipe Novel Coronavirus (nCoV) di Negeri Jiran itu, Sabtu (25/1). Ketiganya merupakan warga negara Tiongkok yang sedang berada di Malaysia.

Ketiganya sempat dikarantina di sebuah hotel di Johor Bahru sejak beberapa hari terakhir.

"Mereka adalah kerabat dekat dari seorang pasien virus korona yang saat ini sedang dirawat di Singapura," ucap Dzulkefly, dilansir dari laman New Straits Times.

Usai karantina berakhir, ketiganya telah dipindahkan ke Rumah Sakit Sungai Buloh untuk perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Imlek yang Muram di Tiongkok

Dalam konferensi pers di Putrajaya, Dzulkefly mengatakan sempat terdapat 11 kasus dugaan virus korona di Malaysia. Kesebelas kasus itu meliputi delapan warga Malaysia, dua Tiongkok dan satu Yordania.

Sepuluh pasien terduga nCoV telah terbukti negatif, sementara satu tersisa yang merupakan warga Malaysia masih menanti hasil tes.

Sebelumnya, Australia dan Nepal telah mengonfirmasi kasus perdana virus korona. Prancis juga telah mengonfirmasi tiga kasus, diklaim sebagai yang pertama di benua Eropa.

Sementara itu di Tiongkok, negara asal nCov, seorang dokter yang menangani pasien di rumah sakit di Hubei dinyatakan meninggal.

Saluran televisi China Global Television Network (CGTN) melaporkan dokter bernama Liang Wudong itu meninggal akibat terjangkit virus korona nCoV.

Otoritas kesehatan Tiongkok mencatat total kasus virus korona nCov mencapai hampir 1.300, dengan korban tewas di angka 41 orang.

Masih dari keterangan otoritas kesehatan Tiongkok, virus korona kini telah menyebar di 30 provinsi, wilayah otonom dan kabupaten/kota di seantero Negeri Tirai Bambu.

Wuhan dan 13 kota lainnya di Hubei telah ditutup total sebagai bagian dari upaya karantina.

Wuhan merupakan kota episenter virus korona nCov, yang saat ini telah menyebar ke sejumlah negara di berbagai benua. Banyak negara, termasuk Indonesia, menerapkan pemeriksaan ketat di sejumlah titik masuk seperti bandara dan pelabuhan. (OL-1)

BERITA TERKAIT