26 January 2020, 07:20 WIB

Hijaukan Ibu Kota demi Udara Sehat


Insi Nantika jelita | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI berkomitmen untuk terus melakukan penghijauan di Ibu Kota. Upaya itu pun tetap memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat untuk ikut menjaga pohon dan semak yang telah ditanam.

Sepanjang 2019, Pemprov DKI melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota telah menanam 36.320 pohon dan 1.193.670 semak. Penanaman dilakukan di empat kawasan, yakni taman maju bersama (TMB), taman grande, jalur pedestrian, dan hutan kota.

“Berbagai jenis tanaman penyerap polutan, seperti tabebuya berbagai warna, trembesi, ketapang kencana, dan kamboja telah ditanam di empat  jenis kawasan di Jakarta,” ujar Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, kemarin.

Di TMB, khusus bagian utara, telah ditanam 136 pohon jenis tabebuya, palem sadeng, dan bungur. Lalu ada 63.214 semak jenis bakung, palem kol, pacing, dan sambang dara. Sementara TMB di bagian timur, terang Suzi, ada 168 pohon jenis tabebuya pink, tabebuya kuning, kiara payung, buni, bunga kupu-kupu, dan kamboja. Lalu ada 38.614 semak jenis ruelia, oleander, dan ginseng putih.

Di taman grande, tepatnya di Taman Puring ditanami 29.622 semak jenis alang merah, alang hijau, kana, dan angelonia. Di Taman Mataram juga ditanami 15 pohon jenis tabebuya putih. Di lahan itu juga ditanami 9.746 semak jenis alang merah, alang hijau, airis, dan pakis kelabang.

Pemprov DKI juga menghijaukan jalur pedestrian. Contohnya, di Sudirman ditanami 550 pohon jenis tabebuya dan ketapang kencana dan 56.869 semak jenis bugenvil. Di kawasan Thamrin juga ditanami 15.746 semak jenis bugenvil.

Adapun di kawasan jalur pedestrian Kemang ditanami 30 pohon jenis tabebuya ungu dan 18.399 semak jenis ­bugenvil. Di kawasan Satrio juga ditanami 380 pohon jenis tabebuya, anggur laut, bungur, mindi, bauhinia, serta 15.303 semak jenis bugenvil dan palem kuning.­ “Untuk bidang jalur hijau ditanami 289.252 semak jenis bakung, lidah mertua, kana, reulia. Di hutan kota, di bagian mangrove ditanami 30.960 pohon jenis mangrove. Lalu di Thamrin 10 ditanami 70 pohon jenis tabebuya, trembesi, dan ketapang kencana,” ujar Suzi.

 

Revitalisasi Monas

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyebut revitalisasi Monumen Nasional (Monas) yang saat ini tengah dilakukan di sisi selatan tetap mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1995.

“Kami tetap merujuk pada Keppres 25 Tahun 1995, tidak lepas dari itu, kita buat plaza di sisi selatan. Ini masih proses, saya berharap semua pihak bisa menunggu sampai pekerjaan ini selesai di tengah Februari nanti kita lihat, kritisi, observasi, dan kita nikmati bersama di situ,” kata Saefullah di Balai Kota, Jumat (24/1).

Revitalisasi Monas menuai polemik. Banyak pihak mendesak Gubernur Anies Baswedan menghentikan proyek yang dilakukan dengan mengorbankan ratusan pohon besar berusia ratusan tahun.

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, mengatakan seharusnya Pemprov DKI bijak sebelum memutuskan untuk menebas pohon-pohon di kawasan cagar budaya itu.

“Saya bilang kebablasan pemprovnya karena kelamaan enggak punya wakil gubernur, jadi (Anies) merasa paling benar.  Saya setuju kalau (revitalisasi Monas) dihentikan,” katanya, kemarin.

Baco menyayangkan Pemprov DKI belum meminta izin kepada Kementerian Sekretariat Negara perihal proyek yang merujuk Keppres 25/1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu kota Jakarta. (Put/J-3)

BERITA TERKAIT