25 January 2020, 18:45 WIB

Begini Cara Maksimalkan Brand dalam Bisnis di Medsos


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

BANYAK orang merasa jenama (brand) yang dikembangkannya dalam bisnis tidak berjalan dengan baik, padahal sudah melakukan promosi di media sosial. Bahkan mengeluarkan biaya untuk membayar influencer dengan follower-nya yang banyak namun, tetap saja hasil penjualannya sedikit.

Melihat fakta itu, Konsultan Revenue Branding, Silih Agung Wasesa, menyebut, brand harus dikembangkan secara sistematis. Setidaknya ada 6 hal menurut Silih yang harus diperhatikan.

Keenamnya yaitu; tentukan target market;  mengetahui influencer pada target market; memahami hot button (dasar konsumen pengambil keputusan); menyusun konten pesan yang akan disampaikan; memahami konteks;  dan memilih channel sebagai media penyampaian pesan.

Silih mencontohkan sepatu merk X yang awalnya tidak begitu laku pada segmen anak SMA, sebab anak SMA tersebut lebih menyukai merk lain.

Dalam situasi seperti ini, kata Silih, pemilik sepatu merk X perlu mengatur strategi untuk mempromosikan produknya.

Baca juga : KAGAMA Inkubasi Bisnis Seri VIi Bahas soal Brand dalam Bisnis

“Dia bisa mencari orang yang berpengaruh atau influencer, misal ketua OSIS yang hobi olahraga dengan cara di-mention melalui media sosial dan diundang ke outletnya,” jelas Silih dalam ajanh KAGAMA Inkubasi Bisnis di Jakarta, Sabtu (25/1).

Si ketua OSIS, lanjut Silih, ditawari untuk membeli sepatu tersebut dengan diskon 30%. 

Kualitas sepatu merk X yang bagus dan harganya murah itu, lantas diposting di akun media sosial si Ketua OSIS itu.

“Pemilik sepatu merk X bilang kalau temannya beli sebut nama ketua OSIS dapat diskon 15%.  Akhirnya teman-temannya membeli sepatu  brand X itu,  dan yang sebelumnya membeli merk lain beralih membeli merk X,” tutup Silih.

KAGAMA Inkubasi Bisnis digelar untuk meningkatkan kompetensi alumni UGM, khususnya dalam aspek pengetahuan dan keterampilan bisnis. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT