25 January 2020, 22:32 WIB

Turun dari Guangzhou, Kru Lion Air Diisolasi di RS Kandouw


Antara | Humaniora

SEORANG kru maskapai Lion Air rute rute penerbangan Manado-Guangzhou (Tiongkok) diisolasi di RS Kandouw Manado, Sulawesi Utara (Sulut), karena mengalami pilek.

"Dia seorang penerjemah yang selalu mendampingi turis. Tadi malam dia turun dari Guangzhou dan terdeteksi personel Kantor Kesehatan Pelabuhan, suhu tubuhnya tidak sampai 38 derajat selsius," sebut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulut Steaven Dandel di Manado, Sabtu (25/1).

Baca juga: Tahun Baru Imlek yang Muram untuk Tiongkok

Kru Lion air tersebut kemudian diharapkan segera melaporkan ke petugas medis apabila ada gejala sesuatu yang mencurigakan.

"Tadi pagi dia melapor mengalami pilek, namun dia tidak demam dan tidak ada pneumonia atau radang paru-paru," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Belum Berencana Terbitkan Travel Warning Terkait Corona

Steaven menjelaskan, ada tiga hal kriteria suspect corona virus yakni demam, batuk, pilek, serta nyeri tenggorokan, dan radang paru-paru atau pneumonia.

"Dia kami sudah isolasi di RS Kandouw demi keamanan, istilahnya jangan sampai jadi sumber penularan ke tempat lain. Sekarang kondisinya sehat, suhu tubuhnya 36 derajat selsius, hanya pilek dan tidak ada tanda-tanda pneumonia," terangnya.

Dia menegaskan kembali, tindakan isolasi dilakukan hanya untuk pengamanan dan konfirmasi. "Dia belum termasuk suspect corona virus, hanya dalam pengawasan," ujarnya.

Baca juga: AS Akan Evakuasi Warganya dari Wuhan

Kru Lion Air tersebut, lanjut dia diisolasi sekitar pukul 14.30.

Maskapai Lion Air membuka penerbangan sewa langsung ke delapan kota di Tiongkok, yakni Hangzhou, Shanghai, Tianjing, Nanjing, Xi an, Changsha, Fuzhou, dan Guangzhou. (X-15)


 

BERITA TERKAIT