25 January 2020, 20:10 WIB

Uni Eropa Ingin Selamatkan Perundingan Nuklir Iran


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

UNI Eropa (UE) mengaku akan berusaha menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran. Untuk itu, mereka menyerukan pertemuan bulan depan setelah Inggris, Prancis, dan Jerman meluncurkan proses gugatan.

Keputusan UE itu dipicu setelah Teheran mengambil serangkaian langkah menjauh dari komitmennya, sebagai protes terhadap Amerika Serikat yang menarik diri dari perjanjian 2018 itu.

Baca juga: Uni Eropa akan Bahas Nasib Kebijakan Timur Tengah

Langkah ketiga negara itu mengancam umur kesepakatan. Tetapi Josep Borrell, kepala diplomatik Uni Eropa, yang ditugaskan untuk mengadakan pertemuan di bawah mekanisme sengketa, telah menyerukan pembicaraan baru.

Borrell mengatakan telah berkonsultasi dengan negara-negara yang masih dalam kesepakatan - yang juga mencakup Rusia dan Tiongkok--dan semua bertekad untuk menyelamatkan perjanjian itu.

Kesepakatan nuklir Iran telah runtuh sejak Presiden Donald Trump secara sepihak menarik kembali dan menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran. Negeri Para Mullah pun merespons dengan mengumumkan serangkaian langkah menjauh dari komitmennya.

"Meskipun ada perbedaan pada modalitas, ada kesepakatan bahwa lebih banyak waktu diperlukan karena kompleksitas masalah. Oleh karena itu, jangka waktu diperpanjang," kata Borrell dalam sebuah pernyataan.

"Semua sepakat untuk melanjutkan diskusi tingkat ahli yang membahas keprihatinan tentang implementasi nuklir, serta dampak yang lebih luas dari penarikan Amerika Serikat dari JCPOA dan penerapan kembali sanksi."

JCPOA adalah akronim untuk nama resmi kesepakatan itu yaitu Rencana Aksi Komprehensif Bersama.

Borrell mengatakan komisi bersama yang mengawasi kesepakatan dan terdiri dari perwakilan semua negara yang terlibat akan bertemu pada Februari, meskipun ia tidak memberikan tanggal yang tepat.

Biasanya pertemuan bisa terjadi di Wina, meskipun juga bisa bertemu di New York atau Jenewa. (AFP/Hym/A-1)

BERITA TERKAIT