25 January 2020, 19:37 WIB

Tahun Baru Imlek yang Muram untuk Tiongkok


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

TIDAK seperti biasanya, tahun ini Tiongkok merayakan hari terpenting mereka, Tahun Baru Imlek di bawah ketakutan dan kesedihan.  Pasalnya, hingga Sabtu (25/1) Negeri Tirai Bambu itu masih dihantui virus misterius yang mematikan.

Dilansir dari AFP hingga saat ini, virus pernapasan mematikan itu telah menewaskan 41 orang, dengan hampir 1300 orang diketahui terinfeksi.

Baca juga: Ada Dugaan Virus Korona di Wuhan Dari Sup Kelelawar

Tahun Baru Imlek yang biasanya waktu paling meriah di Tiongkok, dan hari di mana para warga merayakan dengan suka cita, kini justru mencekam. Warga disarankan untuk berdiam diri di dalam rumah, untuk mencegah penularan virus Korona.

Sejumlah warga juga lebih memilih mengantri di apotek untuk membeli masker ketimbang harus merayakan moment yang biasanya menyenangkan itu.

Virus yang dikenal dengan nama Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) itu tak hanya merenggut 41 nyawa namun juga merenggut kebahagiaan warga Tiongkok dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Kengerian yang ditimbulkan hampir serupa dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrom) atau Sindrom Pernafasan Akut, yang telah menewaskan ratusan orang di daratan Tiongkok dan Hong Kong pada 2002-2003 silam.

Berbagai pesta perayaan Tahun Baru Imlek memang telah dibatalkan di Tiongkok.  Kota Terlarang, Beijing misalnya yang pada tahun lalu menggelar pertunjukan musik rakyat serta festival lentera, tahun ini terpaksa ditutup. Demikian juga, taman hiburan, Disneyland Sanghai serta bangunan Tembok Besar Tiongkok telah ditutup, sebagai upaya pencegahan wabah korona.

"Biasanya kami merayakan sebagai sebuah keluarga, sekarang karena virus saya bahkan tidak mengunjungi orang tua saya," kata Wang Fang, salah seorang penduduk asli Wuhan kepada AFP, Sabtu, (25/1).

"Ini akan sangat luar biasa hanya untuk bisa melewati wabah," sambungnya.

Wabah itu, diakuinya telah merusak liburan yang telah dinantikan ratusan juta warga Tiongkok setiap tahunnya, karna merupakan momen yang selalu dinanti untuk berkumpul bersama keluarga.

Virus itu juga mengacaukan rencana warga Tiongkok yang biasanya sebagian besar penduduk bergerak untuk mengunjungi festival perayaan Imlek.

Wuhan bahkan kini berubah bak kota hantu setelah pemerintah melakukan isolasi terhadap kota tersebut dengan menangguhkan sejumlah transportasi yang meninggalkan atau menuju kota itu.  Sebalikny rumah sakit di kota tersebut terlihat sibuk melakukan pemeriksaan dengan pasien yang terus bertambah.

Bahkan berdasarkan laporan media pemerintah, pihak berwenang bergegas untuk membangun rumah sakit lapangan baru dalam waktu 10 hari untuk menangani wabah tersebut. (AFP/Rif/A-1)

BERITA TERKAIT