25 January 2020, 15:46 WIB

Penderita DB di di Labuanbajo Menurun


John Lewar | Nusantara

Musim penghujan tahun ini, sebagai daerah endemik, penyakit demam berdarah (DB) kembali menyerang warga Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak awal Januari 2020. Sedikitnya 10 warga telah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Komodo (RSUDK).

Kepala Dinas Kesehatan Paul Mami kepada Media Indonesia mengungkapkan tercatat sudah sepuluh orang bahkan dipastikan lebih karena belum ada laporan tambahan dari pihak medis yang bertugas di pustu maupun puskesmas setiap wilayah.

"sejauh ini laporannya ada sepuluh orang pasien dengan diagnosa terjangkit DB. Para pasien itu sedang di rawat. Kalau ada tambahan lagi itu yang belum di pastikan. karena masih menunggu laporan medis di tingkat desa atau puskesmas," ujar Paul Mami menjawab Media Indonesia Sabtu 24/1 di ruas Jalan Patung Caci.

Paul mengatakan sejauh ini pasien tersebut masih dalam penanganan medis di RSUDK. Dan sejauh ini juga belum ada yang dilaporkan meninggal dunia.

Paul menyebut tingkat penanganannya telah berjalan seprti dalam bulan Januari ini di lakukan penyemprotan fogging di titik yang dianggap kantong produksi nyamuk. Hal ini dilakukan setelah sebelumnya tim sanitasi melakukan pengamatan lapangan.

"Begitu ada rekomendasi temuan langsung tim fogging berjalan. Sehingga tahun ini lebih menurun korban DB bila dibanding tahun 2019 lalu yang korbannya ratusan orang. Langkah preventif kita telah bergerak cepat sehingga begitu minimnya korban," ucap Paul.

Paul meminta masyarakat tetap menjaga lingkungan yang sehat dengan menutup mengubur menguras bila ada genangan air yang dapat menimbulkan jentik nyamuk.

Harapannya, lingkungan rumah tinggal harus dijaga dengan baik, baik itu di hotel di mana saja. Karena daerah pariwisata penanganan perlu lebih cepat lebih baik. Diharapkan juga jika warga merasa demam atau panas segera berobat agar bisa ditangani. (JL/OL-10)

BERITA TERKAIT