25 January 2020, 15:40 WIB

Pasien DBD Meningkat, Seluruh Desa di Sikka Lakukan PSN


Palce Amalo | Nusantara

Aparatur desa dan warga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikerahkan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di
wilayahnya masing-masing. Ini menyusul bertambahnya penderita demam berdarah dengau (DBD) di daerah itu.

Pada Sabtu (25/1) pagi, ada 206 pasien DBD yang dirawat di rumah sakit yang berasal dari 19 kecamatan, kecuali Kecamatan Palue dan
Waiblama yang belum melaporkan kasus DBD.

Seluruh pasien dirawat di tiga rumah sakit yakni RS TC Hillers sebanyak 180 orang, RS Gabriel Kewapante (21 orang), dan RS Lela (5 orang). Sedangkan korban meninggal akibat DBD di kabupaten itu sebanyak dua orang. Kasus ini telah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus menyebutkan, penanganan DBD telah dibagi dalam empat yang masing-masing
ditangani satu tim. Setiap tim bersama aparatur desa dan warga melakukan PSN untuk memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue penyebab penyakit DBD.

"Tempat tidur di rumah sakit itu cukup, tetapi kami menyiapkan tiga puskesmas di wilayah kota jiak ada tambahan pasien," kata Petrus
Herlemus kepada Media Indonesia.

Selain itu, dinas kesehatan menambah tenaga medis di setiap puskesmas agar pelayanan kepada masyaraat dipercepat. "Seluruh tenaga medis siaga
selama 24 jam," tambahnya.

Mulai Senin (27/1) dilakukan fogging atau pengasapan massal di seluruh lokasi penularan DBD. Dia berharap langkah-langkah yang ditempuh pemerintah daerah setempat segera mengakhiri wabah DBD di daerah itu.

Sedangkan penderita DBD di seluruh NTT berjumlah 353 orang terdapat di 12 dari 22 kabupaten dan kota. Total korban meninggal akibat DBD di NTT
4 orang. (PO/OL-10)

BERITA TERKAIT