25 January 2020, 15:13 WIB

Kementan Sudah Ganti Bibit Tanaman Rusak Terdampak Bencana


Lina Herlina | Nusantara

Berdasarkan Data Kementerian Pertanian (Kementan) RI, lahan pertanian yang terdampak bencana, khususnya banjir seluas 82 ribu hektare (ha) dan yang mengalami kerusakan dan akhirnya puso sekitar 5.000 ha.

"Sudah kita ganti semua dengan memberi bantuan bibit. Dan karena kejadian itu, makanya kita dorong juga untuk para petani ikut asuransi pertanian," jelas Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian RI, saat berada di Makassar, Sabtu (25/1), tanpa menyebut pasti jumlah bibit yang diperbantukan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengaku, sudah menghimbau kepada petani untuk bisa mengakses asuransi pertanian.

"Ada asuransi padi dan asuransi ternak. Pemerintah memberikan subsidi sehingga petani dibantu dalam pembayaran preminya. Petani cukup membayar Rp36 ribu, dari Rp180 ribu premi yang harus dibayarkan. Jadi Rp144 ribu dibayarkan oleh pemerintah," jelas Sarwo Edy.

Dengan asuransi tersebut, jika terjadi kerusakan pada padi yang ditanam mengalami puso karen kekeringan atau banjir, contohnya sebut Sarwo Edy, maka akan diganti Rp6 juta per hektare untuk satu kali masa tanam.

Sementara bagi peternak yang ikut asuransi, pemerintah akan mengganti ternaknya yang mati atau hilang, misalnya sapi, akan ganti Rp10 juta per ekor dengan membayar premi sebesar Rp40 ribu, dari Rp200 ribu premi yang harus dibayarkan.

"Sisanya, Rp160 ribu, akan dibayarkan oleh pemerintah. Jadi baik lahan pertanian dan peternakan, semua asuransi disubsidi sehingga tidak ada alasan untuk tidak ikut asuransi pertanian," pungkasnya. (LN/OL-10)

 

BERITA TERKAIT