24 January 2020, 22:27 WIB

Santri Harus Bisa Berinovasi di Era Digital


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

PERKEMBANGAN era digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para santri untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Karena itu, di era digital ini santri-santri di Tanah Air diharapkan bisa berkiprah di dunia digital agar bisa berkontribusi membangun daerah masing-masing.

"Banyak kreasi dan inovasi santri Nusantara yang perlu diberikan perhatian lebih agar santri bisa berkiprah di dunia digital dan bersumbangsih membangun bangsa di era digital. Kita ingin ke depan di era digital ini santri bisa menguasai pasar nasional dan internasional," ungkap Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Nurul Hidayati Ummah melalui keterangan pers yang diterima, Jumat (24/1).

Selama tiga hari (23-25 Januari 2020), IPPNU menggelar rakernas yang mengumpulkan sekitar 30 pemimpin cabang IPPNU di seluruh Indonesia. Hajatan yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, itu dibuka oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Nurul mengatakan rakernas yang mengangkat tema Santri Goes beyod Digital Society kali ini akan membahas sejumlah isu strategis terutama pembangunan SDM, penguatan pengkaderan dan kaderasisasi organisasi.

Dalam rangkaian rakernas juga digelar Gelar Karya Santri Nusantara dan Santri Digital Fest yang menghadirkan karya-karya wirausaha digital yang tergabung dalam program One Pesantren One Product (OPOP).

"Hal ini sebagai wujud kepedulian IPPNU terhadap santri yang memiliki karya luar biasa di era digital," ucapnya.

Sejumlah pesantren besar yang tergabung dalam program OPOP merata di seluruh Jawa Timur. Mulai dari Pesantren di Lamongan (Sunan Drajat), Tuban (Langitan), Pasuruan (Sidogiri), Mojokerto (Amanatul Ummah), Ponorogo (Gontor), Malang (Al HIkam), Probolinggo (Nurul Jadid), Sumenep (An Nuqoyyah, Al Amin), hingga Banyuwangi (Blok Agung).

Gerakan OPOP yang dimulai Pemprov Jatim sejak 2019 itu, menargetkan menciptakan 1 juta santriprenuer dan 1.000 produk unggulan hingga 2023.

Wapres Ma'ruf Amin, saat membuka rakernas, mendorong gerakan semacam OPOP agar juga bisa bergerak di provinsi-provinsi lain. Ia meminta agar santri dan pesantren turut berkontribusi aktif menekan angka kemiskinan di masyarakat dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui penguatan kemandirian dan kewirausahaan.

"Saya harapkan dapat menciptakan kemandirian umat melalui santri, masyarakat, dan pesantren itu sendiri agar memajukan kemandirian ekonomi, sosial, dan memacu perkembangan skill teknologi dan skill pemasaran melalui pendekatan kratif, inovatif, dan strategis," kata Wapres. (OL-8)

BERITA TERKAIT