24 January 2020, 22:17 WIB

Polisi Bekuk Pelaku Cabul Anak di Bawah Umur


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Megapolitan

KEPOLISIAN Resort Metro Jakarta Barat melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengungkap kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie A Latuheru, pelaku berjumlah empat orang yakni Y, RD, I dan ADS yang memiliki modus berbeda-beda.

Seperti halnya tersangka Y, ia mengiming-imingi kepada korban agar bisa terkenal menjadi pemain figuran. "Pelaku merayu korban agar mau disetubuhi dengan alasan sebagai persyaratan untuk bisa menjadi pemain figuran. Setelah itu pelaku melancarkan aksi bejatnya di sebuah hotel di Jakarta Barat," ungkap Kombes Audie, Jumat (24/01)

Pelaku melakukan aksi bejat tersebut sudah cukup lama yakni sejak 14 februari 2019. Diketahui pelaku sudah mencabuli sebanyak 20 orang yang kebanyakan korbannya anak di bawah umur. Aksi itu terungkap oleh orngtua korban setelah korban mengeluh sakit disekitar alat vital yang kemudian melaporkan kejadian tersebut Polres Metro Jakarta Barat. "Pelaku kita tangkap ketika pelaku mencoba kembali menghubungi korban," tambahnya.

Hampir serupa, tersangka RD pun bermodus menjanjikan pekerjaan kepada korban. RD yang diketahui orang kepercayaan orang tua korban TE. Orangtuanya menitipkan anaknya kepada pelaku untuk diberi pekerjaan, "Pelaku bukannya menjaga korban malah mencabuli," jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya

Lain lagi dengan cerita dua tersangka lainnya, I dan ADS. Kedua pelaku ini menggunakan media sosial untuk melancarkan aksi bejatnya kepada korban. "Dua pelaku ini (I dan ADS) modusnya sama yakni berkenalan di media sosial lalu merayu korban hingga mau diajak bertemu dan pelaku mencabuli korban," lanjutnya.

Sukses mengungkap kejahatan pencabulan terhadap-anak-anak, Rita Pranawati Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Metro Jakarta Barat yang . "Korban tentu tidak mudah untuk melupakan kejadian yang menimpanya dan akan merasa down, untuk itu perlu kita dukung jangan dikucilkan," kata Rita.

Selain prihatin, ia juga menghimbau kepada masyarakat khususnya orangtua untuk terus mengawasi anak-anak dari pergaulan di media sosial. (OL-8)

BERITA TERKAIT