24 January 2020, 21:03 WIB

Belum Ada Waduk, Pemkot Jakut Alihkan Debit Air Ke Tanah Kosong


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Jakarta Utara terpaksa menggunakan tanah kosong untuk menjadi daerah tangkapan air sementara guna mengurangi genangan di wilayah tersebut. Sebabnya, jumlah waduk di wilayah utara untuk belum cukup untuk menampung limpahan air saat pasang naik.

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Widjatmoko menyebut, tadi pagi ketika genangan air muncul karena hujan yang terus-menerus mengguyur Ibu Kota bertepatan dengan tingginya gelombang air laut.

Ia pun mengakalinya dengan membuang limpasan air ke lahan tidur yang tidak dihuni warga.

"Memang ada wilayah yang sengaja kita genangkan air. Karena tadi pagi kan air laut sedang pasang. Genangan dipompa pun tidak akan begitu berpengaruh," ungkap Sigit di Balai Kota, Jumat (24/1).

Sigit menyebut hal ini akan terus dilakukan saat kebutuhan waduk untuk menjadi tampungan air belum dapat terpenuhi.

Wilayah-wilayah tampungan air tersebut umumnya berada di Marunda, Rorotan, Semper Timur serta hutan kota atau area TPU yang belum digunakan.

Selain itu, strategi lainnya yang dilakukan yakni dengan berkoordinasi dengan para perusahaan maupun pabrik yang memiliki pompa untuk mengamankan lingkungan mereka.

Sigit menyebut pihaknya akan meminta kepada perusahaan untuk tidak lekas membuang air hasil pemompaan ke saluran. Hal ini hanya berlaku saat air laut mengalami pasang tinggi.

"Kita minta jangan disalurkan ke saluran air dulu. Karena nanti akan bisa melimpas ke permukiman warga atau ke jalan. Jadi kita minta tahan dulu. Nanti saat air laut surut baru boleh pompa. Karena pasang air laut kan hanya beberapa jam saja," tukasnya

Sementara itu menurutnya pemompaan limpasan air atau genangan air sejak siang sudah dilakukan. Ia pun menegaskan beberapa genangan di wilayah Jakarta Utara telah surut.

"Tadi saya monitor sudah perlahan-laha dipompa. Mungkin sekarang sudah surut," kata mantan Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, muncul genangan di sejumlah ruas jalan di wilayah Jakarta Utara. Jalan-jalan yang terendam antara lain Jalan Cilincing Lama, Jalan Pedongkelan, Jalan Mahoni, Jalan Madya Kebantenan, Jalan Madya Semper, Jalan Cilincing Bakti, dan Jalan Bulak Cabe. (OL-8)

BERITA TERKAIT