24 January 2020, 20:20 WIB

Hasto Jelaskan Alasan PDIP Pilih Harun Masiku


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

SEKJEN PDIP Hasto Kristiyanto menyebut caleg partainya dari Dapil Sumatra Selatan I Harun Masiku yang terjerat kasus suap KPU merupakan orang baik dengan latar belakang pendidikan mentereng.

Hal itu, kata Hasto, menjadi salah satu pertimbangan partainya mengajukan Harun untuk menjadi anggota DPR melalui mekanisme pengganti antarwaktu.

"Mengapa (partai memilih) saudara Harun, karena yang bersangkutan punya latar belakang yang baik. Sedikit dari orang Indonesia yang menerima beasiswa dari Ratu Inggris dan memiliki kompetensi dalam internernational economic law," ucap Hasto di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/1).

Hasto mengatakan hal itu disampaikannya kepada penyidik KPK. Ia menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Harun dan komisioner KPU Wahyu Setiawan itu. Hasto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Saeful Bahri.

Hasto mengaku menjelaskan kepada penyidik seputar mekanisme partai dalam proses penentuan PAW. PDIP memutuskan memilih Harun untuk pengganti anggota DPR terpilih Dapil Sumatra Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Namun, pengajuan itu ditolak KPU yang memutuskan pengganti Nazarudin dijatuhkan pada pemilik suara terbanyak kedua di dapil yang sama yakni Riezky Aprilia.

"Pemilihan caleg PAW itu adalah bagian dari kedaulatan partai politik dan ada presedennya. Ketika almarhum Sutradara Ginting (politikus PDIP) dulu meninggal, kami limpahkan suaranya kepada kader yang menurut partai terbaik," ujar Hasto.

"Pak sutradara Ginting digantikan oleh Pak Irwansyah yang juga memiliki suara yang lebih sedikit. Di situ ada pertimbangan strategis dari partai," imbuh Hasto. (OL-8)

BERITA TERKAIT