24 January 2020, 19:18 WIB

Halau Banjir dan Rob, Jakarta Utara Butuh Waduk


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

JAKARTA Utara tidak kuasa menghadapi banjir serta gelombang air laut tinggi yang hadir secara bersamaan. Hal itu membuat genangan paling banyak muncul di Jakarta Utara pagi ini saat hujan lebat mengguyur Ibu Kota sejak pagi.

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Widjatmoko menyebut sulit memompa air yang menggenangi area itu yang dihasilkan dari hujan lebat maupun banjir kiriman saat pasang purnama penuh terjadi.

"Reservoir utama kita adalah laut. Tapi kita tidak bisa memanfaatkan laut saat pasang karena air lautnya juga penuh. Sehingga pemompaan air tidak maksimal," kata Sigit di Balai Kota, Jumat (24/1).

Solusinya adalah membangun tampungan air berupa embung/situ/waduk di wilayah Jakarta Utara. Mekanisme fungsi waduk/embung/situ yakni akan menampung air sementara saat banjir kiriman atau genangan muncul akibat hujan lokal yang turun dengan intensitas sangat lebat.

Setelah gelombang air laut menurun, air dari waduk/situ/embung akan dipompa ke laut.

Baca juga : Ada 78 Titik Banjir di Jakarta Hari ini, Tertinggi 2,5 Meter

Ia pun meminta agar waduk yang ada dimaksimalkan dengan proses revitalisasi. Sementara untuk lahan yang sudah dibebaskan untuk rencana waduk agar segera dilaksanakan pembangunannya.

"Di kita itu banyak waduk sebetulnya tapi harus direvitalisasi. Rencana-rencana lahan yang sudah dibebaskan untuk jadi waduk juga ada tapi belum dibangun. Nah, kita minta itu digerakkan," tegas Sigit.

Hal serupa juga diungkapkan oleh mantan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Marco Kusumawijaya. Marco menyebut ada tiga wilayah pesisir yang akan selalu terendam banjir saat hujan lokal terjadi meski aman dari banjir rob.

Tiga wilayah itu adalah Kalibaru, Cilincing, dan Marunda atau yang ia istilahkan dengan KCM.

Untuk menangani banjir karena hujan lokal di wilayah itu sesungguhnya Pemprov DKI telah mengonsepkan pembangunan waduk di dekat Kali Blencong.

Baca juga : Jakarta Banjir Lagi, PLN Padamkan Sejumlah Gardu

"Jadi air dipompa dulu waduk sebelum ke Kali Blencong saat air laut pasang. Lalu sesudah surut, air di waduk akan dipompa ke Kali Blencong agar dibuang ke laut. Tapi sementara itu saat ini belum bisa dibangun," ujar Marco.

Sementara itu, ditemui terpisah Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf menyebut pihaknya akan memaksimalkan pembangunan waduk di lima wilayah pada tahun ini termasuk di Jakarta Utara. Salah satu waduk yang akan dibangun di antaranya adalah Tegal Alur.

"Kalau di utara itu di Tegal Alur dan Marunda. Di selatan ada Waduk Brigif. Kita di lima wilayah itu ada," tukasnya.(OL-7)

BERITA TERKAIT