25 January 2020, 06:25 WIB

Manfaat Spa bagi Tubuh


Sunnaholomi Halakrispen | Humaniora

TUBUH  merespons setiap gerakan dari kegiatan yang dilakukan. Lantaran diterpa banyak aktivitas, tubuh membutuhkan relaksasi yang salah satunya bisa didapatkan dari spa.
 
Yoyoh R. Tambera selaku pengajar dan Penguji Therapist Spa Nasional menyatakan, tak hanya orang dewasa. Akan tetapi, anak bayi pun membutuhkan spa yang kini kerap kali disebut dengan baby spa dan telah menjamur di berbagai daerah. Baik di dalam mal maupun berdiri sendiri.
 
"Sempat bayi yang dipijat dianggap kampungan. Tapi kian hari muncul baby spa dan makin banyak orang yang bawa bayinya ke baby spa," ucap Yoyoh dalam kegiatan Mengenal Budaya Lokal melalui Ritual Kecantikan dan Kebugaran di Gaya Spa Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.

Spa ditangani oleh para terapis. Yoyoh menjelaskan bahwa terapis tidak hanya mahir dalam memberikan teknik pijatan atau massage, namun, juga harus memahami tentang indikasi dan kontra indikasi.
 
Tingkat kebersihan juga sangat perlu diperhatikan, karena setiap orang memiliki standar masing-masing. Terapist harus paham keinginan teknik spa yang diinginkan kliennya.
 
"Spa itu manfaatnya menstimulasi. Mulai dari mind, body, dan soul. Spa from head to toe. Perawatan tubuh dengan pijatan khusus di seluruh tubuh, aliran darah," paparnya.
 
Yoyoh menjalaskan bahwa semua bagian tubuh distimulasi agar gelombang otak bisa berada di tingkat yang delta, bahkan diupayakan hingga mencapai tingkat tetha. Sebab, ketika telah mencapai tingkat tetha, maka tubuh berfungsi maksimal sengan sendirinya.
 
"Jadi betapa pentingnya tingkat relaksasi yang maksimal itu. Spa dahulunya kebanyakan untuk wanita. Tapi bermanfaat juga untuk para pria," tutur Yoyoh.
 
Spa penting juga untuk pria, supaya mendapatkan efek dari relaksasi. Apalagi, mayoritas pria lebih banyak beraktivitas dibandingkan dengan wanita. Tenaga dan pikiran bekerja lebih ekstra  setiap harinya.
 
"Pria juga butuh stimulasi aliran darah yang dilancarkan. Couple spa (spa berbarengan dengan pasangan suami-isteri) malah lebih bagus karena lebih dapat bounding," imbuhnya.  (Medcom/OL-14)

BERITA TERKAIT