24 January 2020, 12:30 WIB

Jumlah Meninggal Naik, Tiongkok Isolasi 11 Juta Penduduk


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

TIONGKOK mengonfirmasi 830 kasus pasien yang terinfeksi dengan virus corona baru pada 23 Januari. Sementara jumlah korban meninggal akibat virus itu telah meningkat menjadi 25. Demikian laporan Komisi Kesehatan Nasional mengatakan, Jumat (24/1). Lembaga itu mengatakan pihak berwenang juga memeriksa 1.072 kasus yang diduga terkait virus itu. Virus, yang dimulai di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, telah menyebar ke kota-kota besar lainnya termasuk Beijing, Shanghai, dan Hong Kong.

Kasus telah dikonfirmasi di Singapura, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, dan Amerika Serikat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis menyebut wabah darurat di Tiongkok masih belum disebut epidemi. Komisi Kesehatan Nasional mengatakan jumlah kematian direvisi naik setelah delapan kematian baru pada Kamis, dan 259 kasus baru dilaporkan di seluruh negeri.

Dari total 830 kasus yang dikonfirmasi, 177 dalam kondisi serius, tambahnya. Sebanyak 34 orang telah disembuhkan dan diperbolehkan pulang.

Dalam upaya menahan wabah itu, pemerintah Kota Wuhan, sebuah kota berpenduduk 11 juta jiwa, menangguhkan sebagian besar operasi transportasi sejak Kamis, termasuk penerbangan keluar. Masyarakat dilarang bepergian. Beberapa jam kemudian, tetangga Wuhan, Kota Huanggang, sebuah kota berpenduduk sekitar 7 juta jiwa, mengumumkan tindakan serupa.

baca juga: Ada Dugaan Virus Korona di Wuhan Dari Sup Kelelawar

"Isolasi 11 juta orang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kesehatan masyarakat," kata Gauden Galea, perwakilan WHO di Beijing.

Organisasi itu mengatakan, bagaimanapun, belum merekomendasikan pembatasan yang lebih luas pada perjalanan atau perdagangan. (Channel News Asia/OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT