24 January 2020, 10:39 WIB

Virus Korona Baru dari Wuhan Telah Menewaskan 25 Orang


Deri Dahuri | Internasional

TIONGKOK menutup 10 kota terkait dengan wabah korona virus baru yang telah menewaskan 25 orang dan mengifeksi sedikitnya 830 orang. Pada saat ini, otoritas kesehatan di seluruh dunia telah mengambil tindakan pencegahan pandemik global.

Penutupan terhadap kota-kota baru di wilayah Tiongkok tersebut sebagai upaya untuk mencegah penularan terhadap 20,5 juta orang.   

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa penyakit pernapasan yang terjadi di Tiongkok sebagai emergensi. Namun WHO menyatakan masih terlalu dini untuk memutuskan darurat global.

Baca juga : Virus Korona Terdeteksi di Singapura, PM Lee Minta Warga Tenang

Kendati begitu, para pejabat kesehatan telah mengkhawatirkan tingkat penularan virus korona baru atau disebut dengan virus Wuhan akan meningkat bersamaan dengan perjalanan warga negara Tiongkok ke sejumlah negara untuk merayakan Tahun Baru Imlek. 

Jumlah korban tewas bertambah 25 orang

Jumlah pasien yang terinfeksi virus korona baru hingga 23 Januari 2020 bertambah menjadi 830 orang. Sementara itu, jumlah korban yang meninggal menjadi 25 orang. Hal itu disampaikan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok pada Jumat (24/1).   

Virus yang berasal dari pusat Kota Wuhai di Provinsi Hubei, Tiongkok pada akhir Desember 2019. Virus yang masih misteri terus menyebar ke kota-kota lain di Tiongkok termasuk Beijing dan Shanghai. Bahkan virus tersebut telah menyebar ke Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. 

Bahkan pada Jumat (24/1) dini hari, otoritas Jepang mengumumkan ada kasus kedua akibat virus korona.

Sementara itu, kota lain yang berdekatan dengan Kota Wuhan telah menghentikan transportasi pada Jumat (24/1) dan menutup jembatan sungai bersamaan dengan meningkatkan penyebaran virus korona.

Kota Huangshi yang berada di Provinsi Hubei juga telah mengumumkan bahwa rute transportasi dan terminal feri ditutup mulai Jumat (24/1) dini hari. Kini sedikitnya 10 kota di Tiongkok dinyatakan ditutup.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan kasus terbaru orang yang terinfeksi virus korona yang berasal dari Tiongkok pada Jumat (24/1).

Kasus terbaru menginfeksi seorang pria berusia 40 tahun yang tinggal di Wuhan, Tiongkok, yang dikenal sebagai pusat pertama penyebaran virus korona baru.

Pria asal Wuhan tersebut melalukan perjalanan ke Jepang dan tiba pad Minggu (19/1). Kini orang tersebut dalam perawatan di sebuah rumah sakit .  

Tak hanya Jepang, Korea Selatan juga mengonfirmasikan kasus kedua orang yang terjangkit virus korona. Pada Jumat (24/1), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (KCDC) Korea Selatan mengumumkan kasus baru tersebut. (AFP/Aljazeera/OL-09)   

 

BERITA TERKAIT