24 January 2020, 09:30 WIB

Menjaga Kerukunan di Tahun Tikus Logam


Dwi Apriani | Humaniora

SEPERTI perayaan Imlek pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kemeriahan Imlek juga kembali terlihat di berbagai daerah. Kemeriahan itu tampak dari dekorasi khas Imlek seperti hiasan lampion di sejumlah sudut kota, gedung, hingga tempat ibadah.

Di Kelenteng Chandra Nadi Soei Goeat Kiong atau biasa disebut Kelenteng Dewi Kwan Im di Seberang Ulu I, Palembang, Sumatra Selatan, misalnya. Dari halaman hingga di dalam kelenteng, sudah terpasang hiasan lampion di semua penjuru tempat ibadah umat Konghucu tersebut.

"Sejak satu minggu yang lalu kami sudah siap-siap, mulai membersihkan dinding, patung dewa-dewi, dan pemasangan lebih dari 2.000 lampion di sekitar kelenteng," kata Pengurus Kelenteng Dewi Kwan Im, Tjik Harun, kemarin.

Ia mengatakan para petugas di Kelenteng Dewi Kwan Im sudah sibuk menata kebutuhan dan perlengkapan untuk Imlek, seperti memasang lampion dan menata kim cua, sejak kemarin.

Namun, persiapan jelang Imlek itu tak menghambat umat Konghucu untuk tetap melakukan ibadah. "Sembahyang silakan buat yang ingin berdoa dan ibadah, tidak mengganggu yang bersih-bersih, begitu pun sebaliknya," kata dia.

Di tahun ini, perayaan Imlek jatuh pada Sabtu (25/1). Namun, untuk puncak sembahyangnya biasanya dilakukan pada Jumat (24/1) malam. Itu karena biasanya orang berlomba-lomba ingin menancapkan gaharu yang pertama atau pukul 00.00 tepat pada 25 Januari 2020.

Di Sukabumi, Jawa Barat, Wihara Widhi Sakti di Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, juga berbenah menyambut Tahun Baru Imlek. Salah satu di antaranya dengan rencana pemasangan 500 lampion di sekitar kawasan wihara agar lebih meriah.

"Persiapannya sudah mencapai 85%. Nanti, kami akan memasang 500 buah lampion di sekitar Wihara Widhi Sakti," kata Jimmy Ong, panitia acara, kemarin.

Persiapan lainnya tentu berkaitan dengan berbagai ritual, di antaranya membersihkan kawasan kelenteng (wihara) dan berbagai persiapan teknis lainnya. "Kami juga akan menggelar acara Odeon Night Market Festival," ucap dia.

Setelah acara Imlek selesai, kata Jimmy, selanjutnya panitia akan mempersiapkan perayaan Cap Go Meh. Perayaan ini akan berlangsung 15 hari setelah Imlek atau sekitar 13-14 Februari 2020.

Menata dodol cina

Di sudut kota lainnya di Jawa Barat, Tasikmalaya, umat Konghucu di Wihara Avalokitesvara di Jalan Pemuda, Kecamatan Cihideung, dan petugas kebersihan bahu-membahu membersihkan tempat ibadah, menata altar dewa-dewi, serta memasang lampion dan pernak pernik lainnya. Beberapa orang lainnya ikut menata dan merapihkan dodol cina atau jawadah korang serta membakar hio atau dupa.

Cincin, 60, salah satu pengurus harian Wihara Avalokitesvara, mengatakan Imlek tahun ini yang jatuh pada Tahun Tikus Logam membawa pesan kepada umat Tionghoa untuk menjaga kerukunan, dan yang utama ialah menjaga kebijaksanaan shio tikus.

Menurut dia, pesan pada Tahun Tikus Logam kali ini ialah manusia harus bisa banyak berdamai dan bergaul, termasuk jangan saling menghujat sesama manusia. Namun, bicara soal kondisi ekonomi pada Tahun Tikus Logam ini, ia memperkirakan kondisi ekonomi akan kembali seret.

"Karena itu, kita sebagai umat manusia harus saling membantu dengan sesama dan saling mendukung supaya tidak makin merosot, sambil menjaga kebijaksanaan. Sesama warga juga harus saling membantu dan bergotong royong agar kondisi ekonomi secepatnya bisa stabil kembali," terang Cincin. (PO/BB/AD/TB/S-5)

BERITA TERKAIT