24 January 2020, 08:20 WIB

Pesantren Jadi Basis Ekonomi Kerakyatan


Ind/Che/P-3 | Humaniora

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin mendukung gerakan ekonomi pesantren sebagai bagian penguatan ekonomi kerakyatan. Gerakan itu diharapkan bisa mengurangi kesenjangan antara pelaku ekonomi lemah dan kuat.

Demikian diungkapkan Wapres saat menghadiri pembukaan Santri Digital Fest dan Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, kemarin.

Wapres menyebut gerakan ekonomi pesantren sebagai Arus Baru Ekonomi Indonesia yang berbasis kolaborasi antara pelaku ekonomi kuat dan lemah. "Bukan konfrontasi, juga bukan sekadar menunggu trickle down effect," ujarnya.

Ia mencontohkan program One Pesantren One Product (OPOP) yang digelar Pemprov Jatim sebagai kolaborasi. Program itu berbasis sinergi koperasi pondok pesantren, forum bisnis, pengusaha alumni pesantren, dan Kadin.

"Gerakan OPOP yang dimulai Pemprov Jatim sejak 2019 ini memiliki target untuk menciptakan 1 juta santripreneur dan 1.000 produk unggulan (barang atau jasa) pada 2023. Adapun target jangka pendek pada 2019 ialah 100 ribu santripreneur dan 150 produk unggulan," paparnya.

Karena itu, ia mendorong gerakan semacam OPOP dapat bergerak di provinsi-provinsi lain. Saat ini, selain Jawa Timur, program OPOP juga berkembang dinamis di Jawa Barat sejak 2018. Menurut data Kementerian Agama, jumlah pesantren saat ini sekitar 27.000 dengan 3,6 juta santri.

"Bila ini terus digerakkan, didampingi, difasilitasi, dan dikolaborasikan dengan berbagai pemangku kepentingan, akan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang strategis bagi upaya meningkatkan kesejahteraan umum," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wapres Ma'ruf Amin juga meninjau Pameran Gelar Karya Santri Nusantara. Pameran terdiri atas 60 stan dan diikuti 20 santripreneur dari SMK Mini di bawah naungan pondok pesantren, 20 pesantrenpreneur dari perwakilan koperasi pesantren, dan 20 sociopreneur alumni pesantren yang punya usaha.

Mereka terpilih dari seluruh Jawa Timur yang dibina melalui program OPOP. Setelah Jawa Timur, Wapres melanjutkan kunjungan ke Yogyakarta. (Ind/Che/P-3)

BERITA TERKAIT