24 January 2020, 07:25 WIB

Tren Positif Perjuangan Melawan Rasuah


Dmr/Cah/*/X-11 | Politik dan Hukum

PENINGKATAN skor indeks persepsi korupsi di Indonesia menunjukkan perjuangan melawan korupsi yang dilakukan pemerintah, KPK, lembaga keuangan dan bisnis, serta masyarakat sipil menunjukkan upaya positif.

Hal itu disampaikan peneliti Transparency International Indonesia (TII), Wawan Suyatmiko, menanggapi rilis Transparency International tentang corruption perception index (CPI) yang ke-24 untuk tahun pengukuran 2019. CPI Indonesia di 2019 berada di skor 40/100 dan berada di peringkat 85 dari 180 negara yang disurvei. Skor itu meningkat 2 poin jika dibandingkan dengan di 2018.

Ada empat sumber data yang menyumbang kenaikan CPI Indonesia, yaitu political risk service, IMD world competitiveness yearbook, political and economy risk consultancy, dan world justice project-rule of law index.

"Peningkatan terbesar dari IMD world competitiveness yearbook dengan peningkatan 10 poin. Ini dipicu penegakan hukum yang tegas kepada pelaku suap dan korupsi dalam sistem politik. Adapun penurunan 4 poin dikontribusikan pada world economic forum EOS yang dipicu masih maraknya suap dan pembayaran ekstra pada proses ekspor-impor, pelayanan publik, pembayaran pajak tahunan, proses perizinan dan kontrak," ungkap Wawan di Jakarta, kemarin.

Pakar hukum pidana Universitas Krisnadwipayana, Indriyanto Seno Adji, menilai capaian IPK itu karena kerja sama antara penegak hukum dan lembaga membaik.

"Pemerintah perlu terus mendorong kebijakan pemberantasan korupsi yang lebih terarah dan terintegrasi pada perbaikan tata kelola birokrasi. Kemudian membangun efisiensi regulasi pemberantasan korupsi berbasis omnibus law serta pembangunan karakter, moral, dan integritas penyelenggaran negara," pungkasnya. (Dmr/Cah/*/X-11)

BERITA TERKAIT