24 January 2020, 05:40 WIB

DBD Mulai Jangkiti Warga


(PO/RK/Ant/H-1) | Humaniora

PENYAKIT demam berdarah dengue (DBD) sudah mulai menjangkiti warga di beberapa daerah hingga mengakibatkan korban jiwa. Warga diminta waspada terhadap perkembangan penyakit yang mudah menular ini dan disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus.

Dari Nusa Tenggara Timur, sejak 1-23 Januari penderita DBD ditemukan di 10 kabupaten dan kota dengan jumlah warga yang terpapar sebanyak 286 orang. Dari jumlah itu, empat orang dilaporkan meninggal dunia. Keempat korban tersebut berasal dari Lembata, Sikka, Alor, dan Manggarai. Penderita DBD lainnya dirawat secara intensif di rumah sakit, tapi di antaranya ada yang sudah sembuh dan diperbolehkan pulang.

Dinas Kesehatan NTT meminta warga waspada terhadap penyakit DBD dan penyakit lainnya pada musim hujan saat ini. "Memasuki musim peralihan atau pancaroba dari kemarau ke musim hujan, virus dan bakteri mudah berkembang biak sehingga menyebabkan berbagai jenis penyakit," ujar Fungsional Epidemiologi Kesehatan Madya Dinkes NTT, Yane Ndapaole, kemarin.

Ia juga mengimbau agar masyarakat perlu mengenali tanda dan gejala umum DBD agar para penderita mendapat pertolongan secara cepat. "Timbul demam 2-7 hari mendadak tinggi terus-menerus dan biasanya sampai lebih kurang 39 derajat Celcius, nyeri otot, tulang, kepala, dan gejala yang paling sering muncul adalah bintik-bintik merah pada kulit," urainya.

RSUD Wonosari Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogjakarta, merawat 12 pasien DBD. Salah satu pasien, yakni Alifa Rosita (11) warga Desa Wareng, dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat pada Jumat (10/1). "Pasien positif DBD. Kami sempat merawat, tapi nyawanya tidak bisa ditolong," kata Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi RSUD Wonosari Sumartana di Gunung Kidul.

Penyakit DBD juga sudah ditemukan di Pekanbaru, Bengkalis, dan Kuansing Provinsi Riau. Kepala Dinkes Riau Mimi Yuliani Nazir mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M plus. (PO/RK/Ant/H-1)

BERITA TERKAIT