24 January 2020, 05:30 WIB

BNPB Kaji Bencana di Kawasan Calon Ibu Kota Baru


(Fer/H-1) | Humaniora

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta jajarannya di Provinsi Kalimantan Timur, meninjau dan melakukan analisis lebih lanjut wilayah calon ibu kota baru di Penajem Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Untuk melaksanakan tugas dari Presiden Joko Widodo tersebut, Kepala BNPB Doni Monardo melibatkan para pakar, ahli, dan peneliti untuk melakukan kajian lebih lengkap sehingga ancaman bencana dapat diminimalisasi sejak dini.

"Dalam penyusunan analisis yang menjadi risiko bencana ibu kota negara baru, BNPB pastinya membutuhkan waktu karena hal tersebut memerlukan lintas ahli atau pakar dari segala jenis fenomena alam yang dapat berpotensi menjadi bencana," sebutnya. Dari hasil kajian dan penelitian, nantinya dapat menjadi pedoman dalam mengambil langkah mitigasi bencana.

Ia memastikan sebagian besar wilayah Kaltim minim dari ancaman bencana. Namun, BNPB tetap mendorong agar sinergi pemda dalam mengambil langkah mitigasi yang tepat tetap dilakukan untuk menghadapi potensi ancaman bencana.

Kalimantan, khususnya Kaltim, merupakan wilayah yang memiliki risiko bencana paling sedikit jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia. Dari ancaman bencana geologi, vulkanologi, hidrometeorologi, dan lainnya.

Dalam rapat koordinasi, kemarin, Doni menyampaikan bahwa wilayah Kaltim memiliki potensi gempa bumi, tetapi di bawah 5 magnitudo yang tidak merusak dan sedikit kemungkinan memicu gelombang tsunami. Kaltim juga merupakan provinsi yang paling sedikit terdampak karhutla jika dibandingkan dengan wilayah lain di Kalimantan.

Mengenai ancaman bencana hidrometeorologi, Doni menyebutkan, iklim di Indonesia telah banyak berubah sehingga sepanjang wilayah dari Sabang sampai Merauke memiliki perbedaan musim setiap tahunnya. Untuk itu, Doni meminta agar pemda di Kaltim meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan pencegahan. (Fer/H-1)

BERITA TERKAIT