23 January 2020, 17:58 WIB

Virus Korona, Harga Kebutuhan Pokok Meningkat


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

VIRUS Korona misterius dan mematikan yang mewabah di Kota Wuhan, Tiongkok, tidak hanya memakan korban jiwa juga memengaruhi harga-harga kebutuhan mendasar masyarakat.

Ahmad Syaifuddin Zuhri, mahasiswa program doktoral jurusan Hubungan Internasional, Central China Normal University (CCNU) Wuhan, mengatakan harga makanan dan kebutuhan pokok sudah naik berkali lipat.

"Karena selain ada virus ini, sekarang juga liburan Imlek banyak pasar dan toko-toko tutup," ujar Zuhri kepada Media Indonesia, Kamis (23/1).

Selain itu, kata dia, hotel-hotel juga banyak yang tidak menerima orang asing. Kalaupun ada orang asing yang tinggal, mereka diminta untuk check out segera.

Menurutnya, mulai hari ini semua operasional transportasi publik dalam kota--keluar dan ke arah wuhan-- ditangguhkan sampai 31 Maret oleh pemerintah setempat.

Ia mengatakan jumlah mahasiswa WNI di Wuhan ada sekitar 200an orang, dan sebagian saat ini sedang mudik libur musim dingin. Langkah pemerintah yang mengisolasi kota itu membuat kegiatan mahasiswa di sana terpengaruh

"Penerbangan balik mahasiswa yang akan ke Wuhan di bulan Februari-Maret juga dibatalkan oleh maskapai penerbangan," terangnya.

Seperti diberitakan, Tiongkok menempatkan Kota Wuhan di bawah karantina yang efektif, Kamis (23/1), untuk menangkal penyebaran virus pneumonia mirip SARS itu.

Otoritas menangguhkan penerbangan ke luar, operasional bus umum, dan jadwal kereta api dalam langkah drastis untuk menghentikan penyebaran penyakit menular yang telah menewaskan 17 orang itu.

Warga tidak tidak diperbolehkan meninggalkan kota berpenduduk 11 juta jiwa itu tanpa alasan khusus. Jutaan orangTiongkok umumnya bepergian atau mudik untuk merayakan liburan Tahun Baru Imlek mendatang.

Penyakit pernapasan itu telah menyebar ke bagian lain Tiongkok, dengan beberapa kasus di negara lain termasuk Amerika Serikat. (AFP/BBC/OL-2)

 

BERITA TERKAIT