23 January 2020, 15:16 WIB

Ini Penampakan Kantor Pemenang Tender Revitalisasi Monas


Ilham Ananditya/Marselina Tumundo | Megapolitan

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) telah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri asal-usul kontraktor pemenang tender proyek revitalisasi Monas senilai Rp64,4 miliar, PT Bahana Prima Nusantara. Pasalnya, mereka tidak mendapati perusahaan tersebut berdasarkan alamat yang ada.

Baca juga: KPK Minta PSI Lengkapi Laporan Soal Proyek Revitalisasi Monas

Berdasarkan lpse.jakarta.go.id, alamat kantor tersebut di Jalan Nusa Indah Nomor 33, Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Media Indonesia dan Metro TV telah menelusuri alamat tersebut dan mendapati gedung tersebut virtual office (kantor virtual) yang bersebelahan dengan percetakan Cahaya 33 Digital Printing.

Jajaran kantor yang menyewa kantor virtual di Cahaya 33. (Dok Metro TV)

Baca juga: PSI Laporkan Revitalisasi Monas ke KPK, Gerindra: Itu Asumsi

Pengelola kantor virtual dan sewa kantor Cahaya 33, Sri Sudarti mengakui PT Bahana Prima Nusantara adalah salah satu penyewa kantor virtual.

Gedung Cahaya 33 yang menjadi kantor virtual. (Dok Metro TV)

Dia menjelaskan, PT Bahana Prima Nusantara menyewa kantor berukuran 5x3 meter karena terkait aturan zonaisasi kawasan perkantoran. Di ruang kantor virtual itu juga jarang didatangi oleh para pekerjanya, kecuali di saat tertentu untuk rapat.

"Kebetulan kantornya bukan di zona perkantoran sehingga menyewa di sini," kata dia.

Sri mengaku tidak terlalu mengakui sepak terjang PT Bahana Prima Nusantara dan menyarankan untuk mendatangi kantor PT Bahana Prima Nusantara di Jalan Letjen Suprapto Nomor 60, Jakarta Pusat.

Baca juga: Tak Temukan Alamat Kontraktor Monas, PSI Desak KPK Bertindak

Saat Metro TV mendatangi alamat tersebut, didapati kawasan rumah toko (ruko). Akan tetapi tidak ada yang mengetahui kantor yang dimaksud.

Berdasarkan keterangan seorang petugas keamanan, ternyata terdapat dua lokasi dengan alamat yang sama, yakni Jalan Letjen Suprapto Nomor 60.

Ketika lokasi dengan alamat yang sama didatangi, hanya ditemui sebuah ruko dengan spanduk dikontrakkan.

Ruko yang disewakan di kawasan Letjen Suprapto. (Dok Metro TV)

Saat menanyai seorang petugas keamanan di gedung sebelahnya, Sugiat, gedung yang terakhir didatangi itu sudah sekitar dua tahun kosong. (X-15)

BERITA TERKAIT