23 January 2020, 11:13 WIB

Bangun Pertahanan yang Kuat, Presiden: Kedaulatan itu Harga Mati


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan tantangan menjaga kedaulatan bangsa semakin beragam dan berat, mulai dari konflik internal, perang asimetrik hingga serangan proxy. Karena itu, Presiden meminta seluruh pihak khususnya TNI dan Polri harus bersinergi serta bersungguh-sungguh membangun pertahanan yang kuat.

"Satu isu utama, yang paling penting dalam pertahanan negara adalah kedaulatan. Sudah berkali-kali saya sampaikan, saya tegaskan bahwa kedaulatan itu harga mati, kedaulatan itu tidak bisa dinegosiasikan, tidak ada tawar menawar," kata Presiden Jokowi saat menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan 2020, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (23/1).

Ia pun memerintahkan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk bekerja sungguh-sungguh memperkuat dan menjaga kedaulatan Indonesia. Kemudian, kedua institusi itu wajib selalu berdiri paling depan dalam rangka menjaga dan memperkokoh kedaulatan NKRI.

"Paling penting, kita harus mampu mengatasi semua spektrum pertahanan, mulai dari konflik internal, perang asimetrik, gerilya, perang proxy maupun perang hybrid, yang menggabungkan strategi militer dan nonmiliter, konvensional dan nonkonvesional," ujarnya.

Baca juga: Presiden Tegaskan NKRI Harga Mati

Jokowi menilai TNI dan Polri sudah tahu apa saja yang berpotensi besar menjadi ancaman kedaulatan di masa depan. Kemudian konflik antarnegara yang semakin meluas juga patut menjadi perhatian.

"Oleh sebab itu, kita harus memperkuat diplomasi pertahanan untuk meredam ketegangan antarnegara dan siap dengan kekuatan senjata untuk melakukan penegakkan hukum di wilayah kita," pungkas Kepala Negara.(OL-5)

BERITA TERKAIT