23 January 2020, 10:52 WIB

Pertahanan Semesta Jadi Strategi ke Depan


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

DASAR strategi pertahanan Indonesia ke depan akan mengusung peran serta masyarakat atau disebut dengan pertahanan semesta. Namun hal itu dibarengi dengan modernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista).

Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo; Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto; dan Kapolri Jenderal Idham Azis

"Tema Rapim Kementerian Pertahanan kali ini adalah pertahanan semesta yang kuat, menjamin kelangsungan hidup NKRI. Tema ini mengajak kita untuk turut serta membangun sistem pertahanan yang kuat dengan memanfaatkan sumber daya nasional, baik SDA maupun SDM," kata Prabowo

Menurut dia, pertahanan semesta melibatkan seluruh unsur nasional. Hal ini guna melahirkam kekuatan yang berlipat ganda dan berkelanjutan dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

Baca juga : Presiden Tegaskan NKRI Harga Mati

"Dengan demikian, kita harus bersatu untuk tetap menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa Indonesia guna menghadapi berbagai ancaman dan tantangan di masa depan," jelasnya.

Ia mengatakan hasil Rapim ini akan menjadi pedoman pertahanan ke depan oleh TNI termasuk kebutuhan anggaran untuk 2020. Ia menambahkan, kehadiran Presiden Jokowi juga menambah semangat dalam penyusunan pedoman pertahanan ini.

"Kehadiran Bapak Presiden (Jokowi) sebagai Panglima Tertinggi TNI sungguh membangkitkan semangat moril dan kepercayaan diri seluruh komunitas pertahanan Indoensia dan pasti juga kepolisian negara Indonesia," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT