23 January 2020, 10:41 WIB

Presiden IWF Nonaktif Sementara Untuk Penyelidikan Korupsi


Ghani Nurcahyadi | Olahraga

PRESIDEN Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) Tamas Ajan setuju untuk nonaktif sementara dari jabatannya selama 90 hari untuk menjalani investigasi independen terkait dugaan korupsi dan pelanggaran kode antidoping.

Presiden Federasi Angkat Berat Amerika Serikat, Ursula Papandrea akan menjabat sebagai pelaksana tugas hingga April menggantikan peran Ajan, Keputusan itu diambil oleh Komite Eksekutif IWF dalam rapat darurat di Doha, Qatar, yang berlangsung selama 13 jam.

Dugaan korupsi di tubuh IWF mencuat lewat laporan media Jerman, ARD yang memperlihatkan adanyya budaya korupsi dengan membiarkan atlet lolos tes doping dengan menyogok oknum dalam federasi.

Atas laporan itu, Dewan Eksekutif WIF kemudian menunjuk panel ahli independen untuk melakukan investigasi dugaan tersebut. Hal itu untuk memulihkan reputasi federasi yang disegani di dunia itu.

Baca juga : Pascalibur Panjang, Lifter Indonesia Latihan Berat

"Investigasi ini diperkirakan selesai dalam 90 hari dan segera dimulai," tulis pernyataan resmi IWF.

Ajan yang berasal dari Hungaria tercatat sudah mengabdi sebagai pimpinan IWF sejak 1976. Ia menghabiskan 24 tahun sebagai sekretaruis jenderal, dan 20 tahun menjadi presiden.

Pria 81 tahun itu menegaskan, dugaan yang ditujukan padanya tak didukung bukti yang kuat.

"Dugaan ini tak didukung dengan dokumentasi yang relevan atau oleh orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan (di IWF)," ujarnya.

Laporan investigasi diharapkan sudah bisa diterima IWF dalam kongres di Bucharest, Hungaria, pada Maret mendatang. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT