23 January 2020, 10:30 WIB

Macron Adu Mulut dengan Polisi Israel di Gereja Santa Anna


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron terlibat percekcokan dengan petugas keamanan Israel di Kota Tua Jerusalem.

Macron, yang berada di Jerusalem untuk menghadiri acara peringatan Holocaust besar, Kamis (23/1), sedang mengunjungi Gereja Santa Anna yang merupakan milik pemerintah Prancis dan dianggap sebagai wilayah negara itu.

Pada momen itu, ia terekam tampak menegur petugas keamanan karena berusaha membuntutinya ke dalam gereja.

Menurut outlet media Israel, adu argumen panas terjadi ketika polisi Israel ingin memasuki Gereja Santa Anna.

"Hormati aturan yang dibuat selama berabad-abad. Aturan-utaran itu tidak akan berubah dengan saya, saya beritahu Anda," kata Macron dengan suara meninggi dalam video yang menjadi viral di media sosial.

Baca juga: Negara-Negara Arab Saring Wisatawan dari Tiongkok Terkait Korona

Dia meminta petugas polisi untuk 'keluar' dan mengatakan semua orang harus tahu aturan.

"Saya tidak suka apa yang Anda lakukan di depan saya," damprat Macron.

Macron tiba di Israel, Selasa (21/1) malam, untuk berpartisipasi dalam World Holocaust Forum ke-5, yang dijadwalkan pada Kamis (23/1) di Jerusalem Barat.

Kejadian yang sama terjadi pada 1996. Saat itu, Presiden Prancis Jacques Chirac kehilangan kesabaran menghadapi sikap agen keamanan Israel yang melakukan 'provokasi' dan mengancam untuk kembali ke pesawat.

Chirac menolak memasuki Santa Anna sampai pasukan keamanan Israel meninggalkan situs itu.

Gereja Katolik Roma, yang berasal dari abad ke-12, itu dihadiahkan kepada Napoleon III oleh Sultan Utsmani (Ottoman) pada 1856, dan sejak itu telah menjadi milik pemerintah Prancis.

Menyusul perang Crimea, Sultan Abdul Majid memberikan situs suci ini kepada Napoleon III sebagai pemberian atas bantuan selama masa perang. (ABC News/CNN/OL-1)

BERITA TERKAIT