23 January 2020, 09:50 WIB

Filipina dan Ghana Borong Alutsista PT Pindad


Media Indonesia | Politik dan Hukum

WAKIL Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono menyebut alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia, yang diproduksi PT Pindad (persero) dibeli Filipina dan Ghana.

"Filipina itu memesan tank," kata Wahyu di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (22/1).

Sayangnya, Wahyu tidak mau menyebutkan berapa banyak tank yang dipesan, termasuk jenis alutsista yang dibeli Ghana dari PT Pindad. Selain itu, beberapa negara di Afrika juga akan membeli alutsista dari Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sempat ke Filipina pada akhir 2019 untuk membahas pemesan kendaraan lapis baja buatan PT Pindad. PT Pindad dan Kementerian Pertahanan Republik Ghana meneken surat pernyataan kehendak pada November 2019.

Selain itu, Wahyu mengatakan Kemhan berupaya mengembangkan industri pertahanan dalam negeri untuk menunjang kemandirian industri pertahanan dan memenuhi kebutuhan alutsista TNI.

"Kebijakan ini diambil sejalan dengan visi Bapak Presiden RI terkait dengan kebijakan pembangunan teknologi dan industri pertahanan," jelasnya saat membuka Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan (Rapim Kemhan) Tahun 2020, di Jakarta.

Perkembangan industri pertahanan diarahkan mendukung kebutuhan postur pertahanan nirmiliter. Menurutnya, apabila semua kebutuhan ini dapat dipenuhi oleh industri pertahanan, itu selanjutnya dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan sipil.

Kegiatan Rapim Kemhan Tahun 2020 diselenggarakan dalam rangka menyampaikan kebijakan Menhan yang akan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pertahanan negara tahun 2020.

"Rapim Kemhan kali ini menjadi sangat penting dan strategis karena rapim pertama pada periode pemerintahan saat ini. Selain itu, poin penting lainnya ialah bahwa program kerja yang disusun harus sinergi dengan tujuan strategis yang tercantum dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakum Hanneg) Tahun 2020-2024," ungkapnya dalam rapim mengusung tema Pertahanan semesta yang kuat, menjamin kelangsungan hidup NKRI".

Wahyu juga menekankan peningkatan kerja sama, kolaborasi, koordinasi, dan sinergi guna memastikan terlaksananya Program Kerja Tahun Anggaran 2020, melaksanakan evaluasi dan perbaikan di seluruh jajaran satuan kerja Kemhan. (Medcom/*/P-5)

BERITA TERKAIT