23 January 2020, 07:10 WIB

Wall Street Ditutup Bervariasi Di Tengah Wabah Virus Korona


Antara | Internasional

PENUTUPAN bursa saham Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Rabu atau Kamis (23/1) pagi. Dengan saham teknologi mendorong SP 500 sedikit lebih tinggi dari perkiraan. IBM membantu mengurangi kekhawatiran akibat wabah virus korona yang sedang berkembang. Indeks SP 500 dan Nasdaq ditutup sedikit di posisi hitam, mundur
dari rekor tertinggi sehari setelah kekhawatiran merebaknya virus yang mendorong aksi jual. Dow ditutup lebih rendah secara nominal.
 
"Pasar telah membuat perjalanan besar, yang membuat beberapa investor sedikit gelisah dan hati-hati," kata Tim Ghriskey, Kepala Strategi Investasi di Inverness Counsel di New York.

"Jadi kita tidak melihat yang sangat kuat pada hari ini," simpulnya.

Meski demikian optimisme bursa tetap tinggi setelah International Business Machines (IBM) mampu membukukan pertumbuhan pendapatan kuartalan yang cukup mengejutkan. Laba perusahaan tersebut diperkirakan tumbuh lebih dari diperkirakan. Sahamnya melonjak 3,4 persen. Saham para pembuat chip naik menyusul perkiraan kuat dari pembuat peralatan semikonduktor Belanda ASML Holding NV. Indeks Philadelphia SE Semiconductor menguat 0,8 persen.

baca juga: Kasus Korona Virus Pertama Dikonfirmasi di Hong Kong

Penutupan bursa saham di New York dibarengi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bersidang membahas wabah virus korona di Tiongkok yang telah merenggut 17 nyawa. Wabah virus korona memberikan dampak secara global, termasuk sektor ekonomi.(OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT