23 January 2020, 06:40 WIB

Pemindai Suhu Tubuh Disiagakan di Bandara


Atalya Puspa | Humaniora

UNTUK memaksimalkan pencegahan penyebaran wabah virus korona asal Wuhan, Tiongkok, ke Tanah Air, pemerintah memperketat pengawasan di 19 pintu masuk yang memiliki akses langsung dari Tiongkok.

Demikian penjelasan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kementerian Kesehatan, Vensya Sitohang, kepada Media Indonesia, kemarin.

"Dari 135 pintu masuk negara, 19 di antaranya memiliki penerbangan langsung dari Tiongkok. Pengawasan ketat dilakukan dengan menyediakan logistik dan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi adanya suspect," kata Vensya.

Ke-19 pintu masuk itu berada di wilayah Jakarta, Tangerang, Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, Samarinda, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Bitung, dan Manado.

Kemenkes telah menyiapkan 195 pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di 135 pintu masuk tersebut, plus alat pelindung bagi petugas.

"Kalau dari pemindai suhu tidak terdekteksi karena mungkin masih masa inkubasi, kami menyiapkan 100 rumah sakit rujukan yang siap melayani kasus infeksi," lanjut Vensya.

Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, menindaklanjuti informasi Kemenkes terkait penyebaran wabah pneumonia berat dengan meningkatkan pengawasan di semua bandara. "Kami bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memperketat pengawasan di terminal kedatangan internasional."

Kepala KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta, Anas Maruf, mengakui di semua pintu masuk negara sudah dipasangi thermal scanner. "Apalagi ada wabah yang harus diwaspadai."

Selain memasang thermal scanner, KKP Kelas 1 Surabaya di Bandara Juanda juga menyiapkan ruang isolasi bagi penumpang yang diduga terinfeksi virus korona. "Namun, hingga kini belum ada temuan orang terinfeksi virus itu," ujar Kepala KKP Kelas 1 Surabaya, Budi Hidayat.

Pintu kedatangan lain yang sudah memasang thermal scanner ialah Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara SMB II Palembang.

 

Komprehensif

Juru Bicara WHO, Tarek Jasarevic, sebagaimana dikutip Voice of America, mengemukakan virus korona meluas di Tiongkok dan beberapa negara lain. Oleh karena itu, WHO mendesak semua negara menjalankan usaha pencegahan lewat fasilitas kesehatan.

"Penyebaran antarmanusia masih terbatas dan hanya terjadi di antara orang-orang yang dekat dengan penderita. Namun, jika melihat risiko yang ada saat ini, belum perlu pembatasan perjalanan atau perdagangan yang ketat," ujar Jasarevic.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, menegaskan negaranya telah mengedepankan kasus tersebut dengan menyebarkan informasi secara komprehensif perihal upaya pencegahan dan pengendalian.

AFP/WANG Zhao

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang.

 

Shuang mengakui penyebaran wabah virus korona di negaranya telah menewaskan sembilan orang, menginfeksi sekitar 400 orang, dan juga menyebar ke sejumlah negara. (Dam/Rif/Hym/HS/AU/RF/PO/DW/X-3)

BERITA TERKAIT