22 January 2020, 14:25 WIB

Bantuan Kemanusiaan Disalurkan kepada Korban Longsor di Bogor


mediaindonesia.com | Humaniora

PERUSAHAAN Rajawali Corpora dan anak usahanya, PT Archi Indonesia, menyalurkan bantuan untuk korban bencana tanah longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bantuan yang disalurkan melalui Rajawali Foundation tersebut di antaranya dalam bentuk sembako, makanan cepat saji, perlengkapan sekolah, dan berbagai jenis peralatan dan perlengkapan lain yang dibutuhkan oleh korban bencana di pengungsian. 

Direktur Eksekutif Rajawali Foundation Agung Binantoro, Selasa (21/1/2020), mengungkapkan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan konsistensi Rajawali Corpora dan anak-anak usahanya dalam memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan, terutama untuk membantu mereka yang sedang kurang beruntung tertimpa musibah bencana. 

Dengan bantuan tersebut, pihaknya berharap dapat meringankan beban para korban bencana tanah longsor, khususnya yang saat ini masih tinggal di pengungsian. 

“Semoga, kepedulian kita semua untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sukajaya ini selain dapat meringankan beban mereka, juga dapat memberikan dorongan moril dan semangat kepada mereka untuk bangkit dan segera pulih dari dampak bencana,” ujar Agung. 

Seperti diketahui, banjir bandang dan longsor terjadi di Kecamatan Sukajaya, pada Rabu 1 Januari 2020. Bencana ini pun meluluhlantakkan daerah yang berada di kawasan perbukitan itu.

Berdasarkan data yang dirilis Kepolisian Resor Kabupaten Bogor, banjir bandang dan longsor tersebut mengakibatkan 766 unit rumah rusak, enam orang meninggal dunia, tiga orang hilang, dan 34 orang terluka. Sebanyak 4.146 warga mengungsi di beberapa lokasi seperti di kantor desa, sekolah dasar, musola, masjid, pondok pesantren, dan rumah-rumah warga lain yang aman.

Ribuan warga yang mengungsi berasal dari 10 desa, yaitu Desa Cisarua, Cileuksa, Desa Kiarasari, Kiarapandak, Harakat Jaya, Pasir Madang, Jayarahara, Sukamulih, Sipayung, dan Desa Urug. 

Kontribusi perusahaan pertambangan

Terkait dengan bantuan untuk musibah tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Teknik dan Lingkungan atau Kepala Inspektur Tambang, Sri Raharjo, menyampaikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan tambang yang turut berkontribusi memberikan bantuan kepada korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di DKI Jakarta, Bogor dan Banten. 

Sri Raharjo mengatakan, bantuan yang sangat dibutuhkan antara lain kebutuhan logistik, seperti makanan dan pakaian untuk bayi dan anak-anak; makanan siap santap untuk kebutuhan tiga sampai lima hari ke depan, serta obat-obatan, khususnya untuk penyakit infeksi saluran pernafasan dan penyakit kulit. 

Selain itu, adanya penyiapan bantuan untuk tenaga medis (dokter dan paramedik) guna membantu pemulihan kesehatan dan pemulihan kebersihan pascabencana merupakan prioritas bantuan yang juga diharapkan.

Bantuan-bantuan tersebut bisa disampaikan langsung dengan berkoordinasi kepada kantor perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur.  

"Untuk selanjutnya BNPB akan mendistribusikan sesuai dengan data kebutuhan yang mendesak yang dimiliki BNPB," kata Sri Raharjo.

Deputy Chief Executive Officer (CEO) PT Archi Indonesia, Rudy Suhendra, mengatakan, pihaknya terpanggil untuk turut menyalurkan bantuan bagi korban musibah bencana longsor di Sukajaya. Bantuan yang disalurkan melalui Rajawali Foundation ini merupakan hasil penggalangan PT Archi Indonesia.

“Bantuan bagi korban bencana longsor di Sukajaya, selain bersumber dari dana sumbangan karyawan, juga dialokasikan dari dana corporate social responsibility (CSR) kami,” ungkap Rudy. 

Penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusian untuk korban bencana telah menjadi salah satu amanat yang dilaksanakan oleh Rajawali Corpora dan anak-anak perusahaan di bawahnya melalui Rajawali Foundation.

Sebelumnya, perusahaan ini telah turut menyalurkan bantuan darurat dan pemulihan pascabencana untuk para korban letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara, bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat, bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara, serta bencana banjir bandang di Sentani dan Bengkulu. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT