22 January 2020, 23:22 WIB

Korban Korona Virus Korona di Tiongkok Capai 17 Jiwa


Ghani Nurcahyadi | Internasional

KORBAN jiwa akibat virus korona di Tiongkok kembali bertambah. Otoritas setempat mencatat sudah 17 orang meninggal dunia akibat virus yang mirip dengan SARS itu, Rabu (22/1).

Pemerintah Tiongkok bahkan telah memberikan imbauan kepada warganya untuk menghindari perjalanan ke Wuhan yang menjadi tempat penyebaran utama virus yang kini sudah menjangkiti sekitar 500 orang di Tiongkok.

"Jika tidak terlalu penting, kami imbau warga untuk tidak ke Wuhan," kata Walikota Wuhan Zhou Xianwang kepada televisi Tiongkok, CCTV>

Virus yang kini sudah menyebar ke sejumlah kota besar di Tiongkok dan sejumlah negara itu diduga menyebar cepat lewat saluran pernapasan.

"Itulah yang membuat virus ini bermutasi dan cepat menyebar," kata Wakil Perdana Menteri bidang Kesehatan Tiongkok Li Bin.

Baca juga : Pria di AS yang Diduga Terkena Virus Korona Dalam Pemantauan

Di Hubei, Provinsi yang menaungi Wuhan, virus korona dilaporkan terdapat 444 kasus infeksi virus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menggelar rapat darurat pada rabu (22/1) untuk menentukan penyebaran virus korona sudah masuk fase darurat kesehatan global atau belum

Di Tiongkok sendiri, otoritas langsung menggelar riset untuk mengetahui awal mula virus korona itu terjadi dan pola penyebarannya.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok dalam penelitian awal menduga virus itu menyebar dari pasar di Wuhan dan berasal dari binatang. Pasar di Wuhan terkenal dengan penjualan hewan liar, salah satunya adalah musang yang menyebabkan penyebaran SARS pada 2002-2003.

"Kami mengetahui bahwa penyakit ini berasal dari sebuah pasat yang menjual binatang liar secara ilegal," kaa Gao Fu, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok.

Di sisi lain, otoritas Tiongkok juga mengimbau warganya untuk melakukan upaya pencegahan secara mandiri dengan sering mencuci tangan dan selalu menggunakan masker. Tiongkok juga mengimbau warganya yang terserang flu untuk segera memeriksakan kondisinya ke rumah sakit.

Baca juga : Atasi Pneumonia, Tiongkok Pastikan Hadiri Pertemuan Darurat WHO

Di Wuhan, penggunaan masker bahkan diwajibkan oleh pemda setempat. Permintaan besar masker pun membuat stok masker di apotek dan rumah sakit menipis.

Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok pun telah memerintahkan pembuatan secara masif masker untuk memenuhi permintaan pasar.

"Saya selalu menggunakan masker sekarang, meskipun pergi ke tempat yang tidak terlalu ramai," kata Wang Suping, 50, yang bekerja di Sekolah Seni Beijing.

Menyebarnya virus Korona juga menyebabkan sejumlah ajang internasional yang dijadwalkan digelar di Wuhan harus dibatalkan atau ditunda. Kualifikasi sepak bola putri Olimpiade Tokyo 2020 yang sedianya digelar di Wuhan, kini dipindah ke Nanjing pada 2-9 Maret mendatang. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT