22 January 2020, 21:21 WIB

Dinilai Membandel Soal Tarif, Maxim Terancam Diblokir


Hilda Julaika | Ekonomi

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengancam akan memblokir operator ojek daring atau ojek online (ojol) Maxim lantaran dinilai telah melanggar aturan tarif yang ditetapkan Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan sudah dua kali mengirimkan surat peringatan kepada Maxim. Surat peringatan kedua baru dikirimkan kemarin dan tengah menunggu respons dari pihak Maxim.

“Saya sudah kirim surat peringatan keras untuk merespons dan mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 12/2019,” ujarnya di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, Rabu (22/1).

Layanan ojol Maxim diketahui menerapkan tarif ojol di bawah aturan Kemenhub. Berdasarkan catatan Kemenhub, Maxim beberapa kali melakukan pelanggaran di lebih dari satu kota. Maxim kerap memasang harga murah ketika masuk ke pusat kota. Maxim diketahui beroperasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Palembang, Solo, hingga Balikpapan.

Semuel menegaskan apabila Maxim tidak merespons surat peringatan tersebut Kominfo akan memblokir aplikasi Maxim untuk sementara waktu. Akan tetapi, tindakan pemblokiran ini menunggu keputusan dari Kemenhub. Apabila Kemenhub meminta untuk menutup aplikasi Maxim Kominfo akan melakukannya. “Kalau tidak merespons tergantung Kemenhub. Kalau mereka minta ditutup saya tutup karena tidak patuh aturan,” imbuhnya. (E-3)

BERITA TERKAIT