22 January 2020, 20:46 WIB

Obat Pneumonia Belum Ditemukan


Atalya Puspa | Humaniora

HINGGA saat ini, belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah pneumonia akibat virus korona. Pun, obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut belum ditemukan.

"Belum ada vaksinnya, karena ini virus baru. Negara terjangkit saja sibuk memberhentikan penularan. Untuk yang terinfeksi, obatnya juga belum ada," tukas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Wiendra Waworuntu, di gedung Kementerian Kesehatan, Rabu (22/1).

Oleh karena itu, orang yang terinfeksi virus korona hanya bisa mendapatkan penanganan dan meminum obat untuk meredakan gejalanya.

"Jadi yang diobati gelajanya. Kalau dia panas dan sesak harus pakai oksigen. Begitu sesak pasti ada tindakan kepada penyakitnya. Karena lebih arahnya ke pnemonia, jadi gejalanya demam, kemudian nanti kalau perlu antibiotik, ya antibiotik," jelasnya.

Baca juga: Virus Korona Menginfeksi Banyak Orang

Pihaknya meminta masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran virus korona dengan melakukam perilaku hidup bersih dan sehat. Serta, mencuci tangan setelah beraktivitas, tutup mulut menggunakan tisu saat batuk, tidur dan makan yang cukup, serta olahraga setiap hari.

Dirinya berharap penyebaran virus korona di sejumlah negara Asia tidak menghambat aktivitas masyarakat. "Itu yang paling penting. Orang boleh melakukan perjalanan, tapi tidak pergi ke tempat yang menjadi sumber penularan. Pastikan ketika anda pergi, anda dalam keadaan sehat," pungkasnya.

"Tetapi kalau ada travel banned yang mengkarantina daerah itu, maka orang tidak boleh keluar masuk. Itu yang harus dihindari," tutup Wiendra.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT