24 January 2020, 03:30 WIB

Pulau Terpencil di Irlandia Ini Mencari Sejoli untuk Menetap


Irana Shalindra | Weekend

Apakah Anda memimpikan rehat dari kehidupan Anda sehari-hari? Atau, mencoba kehidupan baru? Jika jawabannya iya, Irlandia barangkali bisa menjadi opsi. 

Great Blasket Island, sebuah pulau terpencil di lepas pantai Irlandia sedang mencari dua orang untuk menetap dan bekerja di sana selama 6 bulan, dari bulan April hingga Oktober. Pusat pariwisata setempat mengunggah lowongan pekerjaan tersebut di Twitter pekan lalu.

"Posisi unik diperlukan - mencari manajemen jangka panjang untuk akomodasi penginapan dan kedai kopi. Pasangan atau dua teman. 1 April 2020 - Oktober 2020, akomodasi dan makanan disediakan," cuitnya tanpa menyebutkan gaji. 

Great Blasket Island adalah pulau terbesar dari sekelompok pulau yang disebut Blaskets di lepas pantai barat daratan Irlandia. Pulau itu terkenal dengan margasatwa, termasuk anjing laut dan lumba-lumba, tetapi medannya yang tandus membuatnya menjadi daerah yang tidak berpenduduk --jumlah terbesar orang yang tinggal di Blaskets adalah 160, menurut majalah Smithsonian.

Situs web Great Blasket Island mengatakan bahwa "dalam beberapa tahun terakhir sejumlah rumah telah dipulihkan dan fasilitas disediakan bagi pengunjung ke pulau itu."

Namun, situs web itu juga mencatat bahwa "air minum adalah komoditas terbatas" dan meminta pengunjung membawa sendiri air minum mereka.

Pulau itu juga tidak memiliki WiFi, listrik, atau air panas untuk mandi, menurut penyiar Irlandia RTE.

"Ini intens dan sulit, tetapi ini adalah posisi yang sangat unik," Alice Hayes, yang bertanggung jawab dalam mengunggah iklan pekerjaan, mengatakan kepada RTE. "Ini kembali ke dasar -api, lilin, kompor, margasatwa, dan alam."

Menurut Hayes, ia dan pasangannya, Billy O'Connor sempat cemas bahwa orang-orang tidak akan menanggapi iklan tersebut. Nyatanya, mereka mendapat lebih dari 23 ribu surel peminat, termasuk dari Iran, Argentina, Finlandia, dan Meksiko.

Lesley Kehoe dan pasangannya, Gordon Bond, yang menjadi 'caretaker' pulau tersebut pada April-Oktober 2019 mengatakan kehidupan di pulau itu sangat tenang. "Memang orang-orang berdatangan ke pulau ini, tapi hanya kurang lebih 2 hari, atau maksimal seminggu," terangnya. (Insider/BBC/M-2)

BERITA TERKAIT