22 January 2020, 20:18 WIB

Cegah Virus Korona, Pemerintah Perketat 19 Pintu Masuk Negara


Atalya Puspa | Humaniora

PEMERINTAH memperketat pengawasan di 19 pintu masuk negara, yang merupakan akses langsung dari Tiongkok.

"Dari 135 pintu masuk negara, 19 di antaranya punya penerbangan langsung dari Tiongkok. Tentu kita perketat pengawasanya," ujar Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Vensya Sitohang, di Gedung Kementerian Kesehatan, Rabu (22/1).

Belasan pintu masuk itu berada di wilayah Jakarta, Tangerang, Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balaikarimun, Samarinda, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Bitung dan Manado.

Pengawasan ketat dilakukan dengan cara menyediakan logistik dan optimalisasi tenaga kesehatan untuk mengantisipasi adanya suspect. Saat ini, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan 195 thermal scan di 135 pintu masuk. Selain itu, alat pelindung juga disiapkan bagi para petugas di seluruh pintu kedatangan.

Baca juga:

"Ada 860 set alat pelindung diri, 12.322 masker n95 dan 35 ribu health card allowance disiapkan di terminal kedatangan," imbuh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati.

Selain melakukan pengawasan di pintu kedatangan, Kemenkes juga melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan. Tujuannya memantau jika terdapat suspect yang tidak terdeteksi dari terminal kedatangan di bandara.

"Kalau dari pemindai suhu tidak terdekteksi, mungkin masih masa inkubasi sehingga dia bisa keluar. Ini yang harus dicari di wilayah kerja dinkes. Karena itu, bagaiman kita tau dia menjadi sakit? Itu perlunya pengamatan surviliance atas gejala yang ada," jelasnya.

Lebih lanjut, Vensya menekankan upaya pencegahan dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

"Kita sudah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan yang siap melayani kasus infeksi emerging, seperti waktu kasus flu burung dulu. Kita siapkan dan dilatih, jadwal jaga, simulasi ulang bagaimana apabila ada kasus ini," tandasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT