22 January 2020, 20:17 WIB

1,9 Ton Ikan Kering Berformalin Beredar di Manggarai Barat.


John Lewar | Nusantara

Sebanyak 1,9 ton ikan kering berformalin asal Selayar, Makassar beredar di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ikan kering berformalin ini pertama Kali ditemukan dijual di Pasar  Werang dan Rekas Kecamatan Sanong Nggoang. Pemerintah setempat kemudian melakukan infeksi mendadak (sidak) di sejumlah tempat termasuk di Dermaga Penyebrangan kapal Ferry Labuan Bajo.

"Sidak ini adalah Sidak lanjutan di pasar Werang dan Rekas dimana ditemukan Ikan berformalin. Kita Tanya ke pedagang dan didapati info bahwa ikan-ikan ini berasal dari Selayar, Makasar. Kami menyita dan kemudian mengirim sample ke Dinas Kesehatan Manggarai Barat, dari 10 sample yang dicek. Semua ikan tersebut ternyata terindikasi mengandung formalin, dengan kandungan formalin berkisar 0,9 - 8,3 milligram, Dan ini sangat berbahaya. Tentunya memiliki Dampak yang sangat berbahaya bagi Kesehatan lambung, ginjal, hati Dan kanker,'' ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias
Ontong, Rabu (22/1)

Menurut Yeremias, sebagian dari ikan-ikan itu sudah sempat dikirim ke beberapa Daerah lainnya, antara lain Lembor Dan Ruteng. Beruntung sempat dikejar Dan dicegat oleh petugas dan dikirim kembali ke Labuan Bajo untuk dimusnahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dan Budidaya, Hari Setiawan menyampaikan, jenis ikan yang ditemukan mengandung formalin ini
mencakupi beberapa jenis ikan Asin.

"Kami mengidentifikasi sebagian besar ikan kering itu berjenis ikan kaka tua, ekor kuning, ekor kuning bulat, Ekor kuning belah dan anak tenggiri," katanya.

Saat ini, pihak Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan telah berkoordinasi dengan kepolisian Manggarai Barat (OL-2)

 

BERITA TERKAIT