22 January 2020, 20:15 WIB

Gaet Turis, Jawa Barat Siap Gelar 167 Festival


Bayu Anggoro | Nusantara

UNTUK lebih menarik wisatawan datang, Pemerintah Provinsi mengumumkan berbagai agenda festival dan kebudayaan yang akan digelar sepanjang 2020. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak sebanyak 167 festival siap digelar dengan tajuk  'West Java Calendar Event & Festival 2020'.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, dari berbagai festival dan kebudayaan yang ada di masyarakat, pihaknya memilih 167 yang akan diselenggarakan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

Baca juga: Aparat Keamanan Jaga 50 Lokasi Wisata di Jawa Barat

"Sebanyak 167 festival ini sebetulnya hanya sedikit. Dikurasi dari ribuan festival, mulai skala kecil sampai besar," kata Emil di Bandung, Rabu (22/1).

Emil menjelaskan, gelaran yang akan ditampilkan itu berasal dari berbagai
bidang seperti olahraga, musik, kuliner, busana, dan lainnya. Dari jumlah tersebut, menurutnya terdapat lima festival unggulan yang berskala internasional.

Selain memang berskala luas, kelima festival itu mendapat dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata. Festival Asia Afrika yang akan digelar di Kota Bandung dianggap layak diunggulkan karena menampilkan berbagai kebudayaan dari negara-negara tersebut.

"Ada festival cap go meh di Bogor, ini festival keberagaman. Lalu festival Cirebon, festival Jatigede, dan festival Budaya Priangan di Garut," katanya.

Dengan berbagai festival tersebut, Emil optimistis mampu menarik kunjungan wisatawan ke daerahnya. Terlebih, dia berharap pariwisata menjadi lokomotif perekonomian Jawa Barat.

Pada 2019, menurutnya target 49 juta kunjungan wisatawan sudah terpenuhi. "Jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat sepanjang 2019 mencapai 60 juta."

Emil pun menginstruksikan dinas-dinas di bawahnya agar melakukan inovasi untuk menarik wisatawan. "Prinsipnya setiap tempat adalah destinasi (wisata), setiap atraksi adalah festival," katanya.

Jika semua pihak menyadari akan hal itu, menurutnya akan lebih banyak kunjungan wisatawan.

Di tempat yang sama, Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Risti Handayani mengatakan masyarakat dan unsur terkait lainnya harus berinovasi dalam menciptakan lokasi wisata. Sebagai contoh, daerah wisata harus menyiapkan tempat penitipan anak karena banyak wisatawan yang berkunjung dengan anak-anak.

"Banyak anak kecil di bawah lima tahun bepergian. Di Bali banyak jasa penitipan anak," katanya.

Bahkan, menurutnya destinasi wisata harus mampu memenuhi semua kebutuhan wisatawan.  "Ini jadi challenge buat kota menyiapkan destinasi bagus."

Lebih lanjut dia katakan, festival yang akan digelar harus diklasifikasikan. Selain itu, dalam menyelenggarakan even, pemerintah kabupaten/kota harus berkoordinasi termasuk dengan pusat dan provinsi.

"Tujuannya agar tidak ada festival yang sejenis," katanya. (BY/A-1)

 

BERITA TERKAIT