22 January 2020, 18:56 WIB

Masyarakat Optimistis Soal Infrastruktur di Era Jokowi


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PEMBANGUNAN infrastruktur tampak sudah melekat erat dengan pemerintahan Joko Widodo. Masyarakat pun masih optimistis program tersebut akan terus berlanjut hingga akhir masa kepemimpinan Jokowi di 2024 mendatang.

Optimisme itu terlihat dari jajak pendapat News research center (NRC) yang melibatkan 150 tokoh publik di 34 provinsi terkait pembangunan infrastruktur pada seratus hari kerja Jokowi-Maruf Amin.

Dari total 150 narasumber, sebanyak 87% di antara mereka mengaku yakin bahwa program infrastruktur bisa terus berlanjut.

Pengamat politik Djayadi Hanan mengaku tidak terkejut dengan hasil survey tersebut. Pasalnya, dalam lima tahun terakhir, infrastruktur adalah program utama di pemerintahan Jokowi.

Hasil nyata pembangunan seperti jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, bandara dan lain sebagainya pun sangat terlihat dan bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

"Masyarakat cenderung optimis karena dua hal. Pertama, track record. Terlihat bahwa pembangunan infrastruktur itu nyata. Jika dibandingkan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya sangat terlihat jomplang. Track record itu sangat kuat di masyarakat," ujar Djayadi di kantor Media Group, Jakarta, Senin (22/1).

Baca juga : Pengawasan Kinerja Kontraktor di Depok harus Transparan

Hal kedua, walaupun pemerintahan periode kedua baru berjalan, Jokowi beberapa kali sudah mengunjungi proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah.

"Akhirnya masyarakat yang melihat ini pun optimistis pembangunan akan terus berlanjut," tuturnya.

Adapun, Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang mengungkapkan optimisme yang terbangun di masyarakat juga tidak terlepas dari pemberitaan yang gencar terkait pembangunan infrastruktur.

Dia mencatat, dari 200 ribu pemberitaan di dua bulan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, sebanyak 21 ribu berisi tentang infrastruktur.

Walaupun hampir separuhnya yakni 48% munjukkan sikap netral, hal itu tetap mempengaruhi sudut pandang masyarakat.

"Karena sebagian besar pemberitaan infrastruktur itu memang lebih banyak bicara tentang hal netral seperti berapa besar progres yang telah berjalan," ucapnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT