22 January 2020, 18:25 WIB

Pejabat Tiongkok Sarankan Tidak Berkunjung Ke Wuhan


Haufan Hasyim | Internasional

Pihak berwenang Tiongkok mendesak orang-orang untuk berhenti bepergian keluar-masuk Wuhan, kota di tengah Tiongkok yang menjadi pusat wabah virus baru yang telah menewaskan sembilan orang.

Mereka yang tinggal di kota dengan 8,9 juta jiwa juga telah diberitahu untuk menghindari keramaian dan meminimalkan pertemuan publik. Virus baru telah menyebar dari Wuhan ke beberapa provinsi di Tiongkok, serta Amerika Serikat, Thailand, dan Korea Selatan.

Ada 440 kasus yang dikonfirmasi, dengan asal pasar makanan laut yang melakukan transaksi ilegal hewan liar.

"Pada dasarnya, jangan pergi ke Wuhan. Dan orang-orang di Wuhan tolong jangan meninggalkan kota," kata Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Li Bin dalam salah satu briefing publik pertama sejak awal wabah.

Pihak berwenang juga mengakui negara itu sekarang berada pada ‘tahap paling kritis’ untuk pencegahan dan kontrol. Dia menambahkan ada 2.197 orang yang diketahui telah melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi. Setidaknya 15 petugas medis di Wuhan, yang mungkin melakukan kontak dengan pasien, diketahui terinfeksi.

Li mengatakan ada bukti bahwa penyakit itu sebagian besar ditularkan melalui saluran pernapasan. Secara umum, batuk dan bersin adalah cara yang sangat efektif bagi penyebaran virus.

Namun Beijing masih belum dapat memastikan sumber pasti dari virus tersebut. "Meskipun rute transmisi virus belum sepenuhnya dipahami, ada kemungkinan mutasi virus dan risiko penyebaran epidemi lebih lanjut," kata Li. (BBC/Hym/OL-10)

BERITA TERKAIT